Netizen Debat Sengit Soal Rawon Warteg Berkuah Kuning

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 09 Sep 2020 10:30 WIB
Rawon warteg berkuah kuning Foto: dok. detikFood
Jakarta -

Rawon identik dengan kuah hitam, namun rawon warteg justru berkuah kuning mirip gulai. Hal ini jadi kontroversi netizen warga Twitter.

Menyebut rawon pasti banyak orang langsung terbayang hidangan berkuah hitam khas Surabaya. Kuahnya hitam karena menggunakan keluak dengan pelengkap tauge pendek, sambal terasi, telur asin dan kerupuk udang. Tapi tampilan rawon seperti ini tidak akan kamu temui di warung Tegal (warteg).

Hampir semua warteg di Jakarta menyajikan rawon berkuah kuning. Orang-orang lantas menyebutnya sebagai rawon warteg. Menu ini jadi salah satu menu populer yang dicari pengunjung. Apalagi harganya juga terjangkau.

Tapi baru-baru ini perbedaan versi rawon warteg dengan rawon Surabaya jadi perdebatan seru di Twitter. Hal ini bermula dari unggahan Masak TV yang menayangkan langkah pembuatan rawon warteg. Pegiat kuliner Arie Parikesit menyoroti penamaan rawon warteg.

Seperti apa fakta-fakta seputar rawon dan rawon warteg yang jadi perbincangan di Twitter? Berikut detikFood rangkum informasinya:

1. Unggahan Masak TV soal resep rawon warteg

Rawon warteg berkuah kuningRawon warteg berkuah kuning Foto: Twitter Arie Parikesit/Masak TV

Pada 7 September 2020, akun Twitter MasakTV menayangkan resep rawon warteg. Keterangannya, "Makanan favorit kita semua nih kalo ke Warteg, Rawon yang ada di Warteg kini bisa kalian buat di rumah juga!⁣⁣⁣" Tampak video 1 menit menunjukkan proses singkat pembuatan rawon versi warteg.

Bahan-bahannya antara lain minyak, lengkuas, serai, daun jeruk, daun salam, cengkeh, kapulaga, kembang lawang, kayu manis, dan kunyit bubuk. Semua bahan tersebut dihaluskan jadi satu lalu dimasak bersama daging. Ada tetelan dan sandung lamur sebagai isiannya.

Kuahnya diberi gula Jawa dan santan. Ada juga penambahan garam dan gula untuk mengoreksi rasa. Terlihat rawon warteg ini berkuah kuning kental, bukan hitam seperti rawon yang umum dikenal sebagai makanan khas Surabaya.

Baca Juga: Resep Daging: Rawon

2. Sentilan Arie Parikesit

Rawon warteg berkuah kuningRawon warteg berkuah kuning Foto: dok. detikFood

Pegiat kuliner sekaligus CEO Kelana Rasa, Arie Parikesit menyentil unggahan resep rawon warteg itu. Ia me-mention akun Twitter @kulinersurabaya dan @MakanMasak dengan keterangannya, "Rawon kuning jare."

Komentarnya lalu mendapat tanggapan dari pihak Masak TV. Mereka menulis, "Dulu kami juga kaget nih mas pas liat rawon warteg sampe penasaran dan bikin video ini." Masak TV menyertakan tautan video YouTube mereka yang berjudul "Rawon Warteg | Kenapa Rawon Warteg tidak hitam?"

Video ini menampilkan Alvin Kapau dan Mariyo Suniroh yang berbincang mengenai asal-usul rawon warteg. Mariyo merupakan pendiri Kafha Paramadina, Laboratory for Humanity & Culture. Sementara Alvin adalah sosok di balik Masak TV yang juga seorang street food enthusiast.

3. Kenapa rawon warteg warnanya kuning?

Rawon warteg berkuah kuningRawon warteg berkuah kuning Foto: YouTube Masak TV

Dalam video berdurasi 52 menit ini terungkap alasan kenapa rawon warteg warnanya kuning. "Kenapa rawon di Tegal warnanya gini?" tanya Alvin. Mariyo menjelaskan, "Orang Tegal itu orang yang inklusif, terbuka. Jadi penyebutan rawon ini bisa jadi pas masak, ada orang: 'Wah ini rasanya apa ya?' (lalu dijawab) 'oh rawon aja ya'."

Mariyo juga menceritakan keluarganya mengenal rawon itu bukan hidangan berkuah hitam dari Surabaya, melainkan sebutan potongan daging. "Waktu aku remaja, kalau ikut nenek ke pasar, dia itu nyebut daging tetelan itu 'rawon sekilo'." Lalu untuk bumbunya kuning, berupa bumbu gulai.

Mariyo menekankan rawon warteg tidak pakai keluak, tapi tetap disebut rawon di kota asalnya. "Kalau misalnya mau diganti gulai daging, ya silakan saja. Tapi kalau orang yang biasa makan di warteg tahunya rawon berkuah kuning," ujar Mariyo.

4. Anggapan rawon warteg salah nama

Rawon warteg berkuah kuningRawon warteg berkuah kuning Foto: Twitter Arie Parikesit/Masak TV

Arie Parikesit juga menyatakan kalau istilah rawon warteg muncul karena salah penamaan. Ia memberikan pendapatnya sambil me-retweet unggahan Masak TV soal penjelasan asal-usul rawon warteg.

"Ini misnomer, jadi memang salah penamaaan, yg penting masyarakat NKRI tau, ini salah penamaaan, sampai kapan pun. By definition, dan juga tertuang di KBBI, rawon adl "MAKANAN DENGAN BUMBU UTAMA KLUWEK" Jadi ga ada rawon Tegal, rawon Minang, rawon Ambon, rawon Burkina Faso dsb," tulisnya.

Keluak sendiri merupakan bumbu masak yang memberikan warna hitam alami pada masakan. Mulai dari rawon, sup konro, gabus pucung, sampai sayur brongkos. Bentuknya berupa biji dengan cangkang yang keras.

Baca Juga: Keluak, Bumbu Masak yang Hasilkan Warna Hitam Alami

5. Tanggapan netizen soal rawon warteg

Rawon warteg berkuah kuningRawon warteg berkuah kuning Foto: Twitter/YouTube Arie Parikesit/Masak TV

Perbincangan soal rawon warteg yang berkuah kuning ini tentu saja mengundang tanggapan banyak netizen. Salah satunya @almaujudy yang mengatakan, "Kalau kalian masih menyebut rawon tanpa kluwek di warteg-warteg Jakarta sebagai rawon, kita ga perlu temenan dulu..."

Kicauannya ini mendapat lebih dari 200 retweet dan 300 likes. Ada juga @achor_mardliyan yang berkomentar, "Saya juga awalnya merasa aneh, rawon kok gini, tapi ternyata istilah tsb udah umum digunakan di warteg2 jabodetabek, padahal lebih tepat klo disebut gule, jadi ya mau gimana...."

detikFood coba menyambangi salah satu warteg di Tendean, Jakarta Selatan pagi ini (9/9). Saat kami menanyakan rawon, penjualnya langsung menunjuk sajian berkuah kuning kental. Menurut keterangannya, rawon yang disajikan memang selalu seperti itu. "Kuahnya gulai, pakai santan. Isiannya cancang (daging, tetelan, dan jeroan sapi," kata si penjual. Untuk harganya, Rp 7 ribu per porsi.



Simak Video "Bikin Laper: Santapan Serba Rawon hingga Empal Gentong"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com