Dari Bandara YIA, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule Sawah

Sayoto Ashwan - detikFood Senin, 31 Agu 2020 13:30 WIB
Dari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule Sawah Foto: dok.detikFood/Sayoto Ashwan
Kulon Progo -

Setelah turun dari bandara YAI wajib mampir di Gule Sawah. Ada lelung dan sate kambing enak yang bisa dinikmati dengan pemandangan sawah.

Bandara Internasional Yogyakarta atau dikenal dengan Bandara YIA diresmikan Presiden Jokowi pada Jumat (28/8/2020). Bandara baru ini berlokasi di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Dari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule SawahDari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule Sawah Foto: dok.detikFood/Sayoto Ashwan

Butuh waktu perjalan antara satu hingga 1,5 jam untuk sampai di pusat kota Yogyakarta. Nah, bagi penumpang atau wisatawan yang turun dari pesawat, sebaiknya singgah sejenak di Kabupaten Kulon progo untuk menikmati kuliner enak. Ada banyak tempat makan yang bisa disinggahi.

Salah satunya kuliner yang banyak diburu pengunjung adalah Lesehan Gule Sawah. Warung ini berada di Jalan tentara Pelajar Wates, atau sekitar 200 meter arah barat dari Alun-alun Wates, Kulon Progo. Aneka menu olahan daging kambing, disajikan sangat menggugah. Mulai dari gule kambing, sate kambing, tongseng, gule balungan (lelung).

"Menu andalan kami adalah lelung, atau di Solo dikenal dengan tengkleng sama sate kambing," kata pemilik Gule Sawah, Khalis Gatot Raharjo, Minggu (30/8/2020).

Dari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule SawahDari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule Sawah Foto: dok.detikFood/Sayoto Ashwan

Warung ini sudah dibangun sejak bulan 2005 silam. Setiap harinya minimal menghabiskan tiga ekor kambing dewasa. Semuanya daging masih fresh karena disembelih di tempat pemotongan pada pagi hari.

"Kami hanya pilih kambing yang sehat dan gemuk, agar dagingnya lebih empuk," jelas pria yang hobi bersepeda ini.

Untuk menghasilkan cita rasa yang sempurna, Gatot menggunakan 32 bumbu dapur dan aneka rempah-rempah. Bumbu-bumbu tradisional inilah yang menjadikan aneka menu olahan kambing lebih terasa sedap meresap.

Dari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule SawahDari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule Sawah Foto: dok.detikFood/Sayoto Ashwan

Sedangkan untuk menghilangkan bau prengus kambing, Gatot memilih tukang sembelih yang ahli. Selain itu cara memasak tulangnya juga menjaga kebersihan. Air rebusan pertama harus dibuang agar cita rasanya semakin nikmat.

"Kita punya resep dari orang tua yang memadukan 32 aneka jenis bumbu dari bawang sampai salam dan aneka rempah," jelasnya.

Warung Gule Sawah ini, menjadi langganan para pejabat di Kulon Progo. Bahkan pejabat dari DIY kerap mampir, ketika berdinas di Kulonprogo. Belakangan ini, pilot dan pramugari juga mulai berdatangan usai turun dari pesawat.

Dari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule SawahDari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule Sawah Foto: dok.detikFood/Sayoto Ashwan

Untuk menikmati beragam olahan daging kambing ini, harganya sangat terjangkau. Cukup merogoh kocek antara Rp 25.000 hingga Rp 35.000 akan mendapatkan satu porsi aneka jenis olahan daging kambing dan minum. Bagi yang tidak suka daging kambing, warung ini juga menyediakan aneka jenis olahan ayam hingga olahan ikan.

Salah satu konsumen, Marsya asal Jakarta mengaku sduah beberapa kali menikmati kuliner ini. Lokasi warung yang di pinggir sawah, menjadikan suasana makan siang bersama keluarga lebih nyaman. Apalagi cita rasa olahan dagingnya membuatnya ketagihan.

Dari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule SawahDari Bandara YAI, Jangan Lupa Mampir Makan Lelung di Gule Sawah Foto: dok.detikFood/Sayoto Ashwan



"Saya asli Kulon Progo tetapi tinggal di Jakarta. Setiap pulang kampung pasti makan disini, karena dagingnya empuk dan rasanya mantap," ungkap Marsya.



Simak Video "Bikin Laper: Bubur Bakar Hits di Solo Cita Rasa Masakan Hotel"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com