5 Fakta Unik Narutomaki yang Populer Sebagai Topping Ramen

Odilia WS - detikFood Kamis, 13 Agu 2020 08:00 WIB
Narutomaki kamaboko Foto: iStock
Jakarta -

Irisan narutomaki yang berupa adonan ikan dengan garis pink jadi topping populer ramen. Ternyata narutomaki punya fakta unik yang perlu diketahui pencinta ramen.

Semangkuk ramen atau mie kuah Jepang biasanya disajikan dengan aneka topping seperti daging ayam, daging sapi, seafood hingga tempura. Selain nori biasanya ramen diberi topping seiiris adonan ikan berwarna putih dengan garis lingkaran pink di tengahnya.

Terlihat cantik karena berwarna kontras dan menjadi pusat perhatian dari semangkuk ramen. Rasanya kenyal gurih dengan aroma ikan yang sangat cocok dipadukan dengan kuah ramen yang gurih creamy.

Tak sekedar ditaruh sebagai pelengkap, narutomaki ini juga punya cerita unik. Mungkin kamu sebagai pencinta ramen juga penasaran dengan kehadiran seiiris ripis narutomaki dalam semangkuk ramen.

Lima fakta unik narutomaki yang dikutip dai tsunagujapan (27/07) dan berbagai sumber mengungkap misteri narutomaki.


1. Apa sebenarnya narutomaki?

Narutomaki tidak hanya jadi topping ramen, tetapi juga salad dan sup, bahkan digoreng dibuat tempura. Sebenarnya narutomaki merupakan jenis kamaboko atau fish cake yang diiris tipis dan disajikan sebagai pelengkap hidangan utama.

Kamaboko sendiri sangat banyak ragamnya, baik bentuk maupun warnanya. Kamaboko dibuat dari daging ikan yang dicampur dengan putih telur dan garam hingga menjadi pure yang halus. Kemudian dibentuk, diberi warna dan dikukus.

Kadang-kadang dipanggang hingga agak kering atau direbus dan digoreng. Rasa dan teksturnya mirip bakso ikan, kenyal-kenyal gurih. Karenanya kamboko cocok dipadukan dengan beragam hidangan.

Narutomaki kamabokoNarutomaki kamaboko Foto: iStock

2. Bagaimana cara membuatnya?

Seperti kamaboko, narutomaki juga dibuat dari daging ikan dan putih telur. Keduanya dicampur hingga jadi adonan kental. Adonan kemudian dibagi menjadi 2 bagian. Satu bagian dibiarkan berwarna putih dan satu bagian diberi warna ink.

Bagian yang putih kemudian diratakan di atas tikar bambu kecil. Lantas di atasnya ditaruh adonan berwarna merah. Kemudian keduanya digulung dan dipadatkan hingga berbentuk memanjang. Selanjutnya dikukus hingga matang dan didinginkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2