Ingatkan Protokol Kesehatan, Kue Mochi Juga Pakai Masker

Odilia WS - detikFood Selasa, 28 Jul 2020 08:00 WIB
Mochi Pakai Masker Foto: Dok. grapee.jp/Emiko Fukuda
Jakarta -

Memakai masker menjadi salah satu protokol kesehatan selama pandemi corona. Bukan hanya orang, kue mochi juga disajikan pakai masker.

Memakai masker saat keluar rumah dan berada di tempat umum menjadi protokol wajib untuk mengurangi sebaran virus corona. Banyak negara di Asia punya budaya pakai masker. Termasuk warga Jepang yang sudah punya budaya pakai masker saat keluar rumah, jauh sebelum pandemi corona.

Tetapi kini di Jepang pengawasan pemakaian masker makin ketat karena virus corona juga sudah melanda negeri matahari terbit itu. Mereka saling mengingatkan, seperti yang dilakukan oelh sebuah toko manisan di Ginza, Tokyo bernama 'Oosumi Tamaya'

Toko manisan ini khusus di musim panas membuat kue mochi jumbo yang di bagian atasnya diberi masker yang bisa dimakan. Ditambah dengan slogan 'Ginza! Don't lose to corona' sebagai pengingat orang untuk pakai masker.

Mochi Pakai MaskerMochi Pakai Masker Foto: Dok. grapee.jp/Emiko Fukuda

Seperti dikabarkan grapee (25/7) pembuat mochi memakai bahan yang sesuai dengan musim. Musim panas dikenal dengan mochi isi buah yang disebut 'daifuku'. Khusus untuk mochi ini Oosumi Tamaya memilih isian musk melon yang tumbuh di prefektur Kumamoto.

Seperti diketahui baru-baru ini petani di Kumamoto diserang hujan badai sehingga mempengaruhi produksi melon. Oosumi Tamaya ikut membantu dengan membeli melon mereka. Sementara kata 'musk' dan 'mask' dalam bahasa Jepang disebut sebagai 'masuku'. Karena itu mochi itu diberi 'Summer Jumbo Masuku Daifuku'.

Ukuran jumbo dari mochi juga mengandung makna keberuntungan besar. Isian buah melon dipilih sesuai dengan pengertian dalam feng shui. Melon berarti 'racun uang', mendatangkan banyak keberuntungan sementara itu juga bisa membuang energi buruk yang ada di dalam tubuh.

Mochi Pakai MaskerMochi Pakai Masker Foto: Dok. grapee.jp/Emiko Fukuda

Mochi jumbo pakai masker ini hanya tersedia dalam waktu terbatas, sampai dengan tanggal 14 Agustus. Dijual seharga 777 yen, angka 7 merupakan angka keberuntungan. Hanya akan dijual 5 buah mochi saja setiap hari di cabang Ginza.

Mochi sendiri merupakan lambang keberuntungan karena rasanya manis dan lengket. Karena itu dipakai sebagai kue keberuntungan saat tahun baru. Hampir setiap hari warga Jepang menikmati kue mochi yang selalu tampil dengan berbagai rasa sesuai musim. Kue mulur dari tepung ketan ini menjadi pendamping minum teh setiap hari.



Simak Video "Yuk, Intip Cara Bikin Kue Mochi ala Jogja!"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)