Tak Sarapan Perbesar Risiko Stroke hingga Masalah Jantung

Devi Setya - detikFood Selasa, 14 Jul 2020 06:00 WIB
Men in white shirt having chest pain - heart attack - heartbeat line Foto: Getty Images/iStockphoto/Suze777
Jakarta -

Sering melewatkan sarapan ternyata berpotensi memperbesar risiko stroke hingga masalah jantung. Jadi makan sarapan sangat penting bagi kesehatan jantung.

Seorang peneliti mengungkap kalau menyantap sarapan memberi kontribusi pada kesehatan jantung. Orang yang sering melewatkan sarapan memiliki risiko lebih besar terkena stroke hingga masalah kesehatan pada jantung.

Dilansir dari NYTimes (13/7) sebuah penelitian yang dilakukan pada 6.550 orang berusia 65-75 tahun memiliki risiko besar terkena stroke. Dari ribuan peserta ini ditemukan fakta kalau orang yang sering melewatkan waktu sarapan akan lebih rentan terkena penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan masalah jantung.

Hampir 60 persen peserta pada penelitian ini memiliki kebiasaan sarapan setiap hari, seperempat peserta lainnya biasa makan sarapan secara selang seling dan 16 persen peserta merupakan orang yang jarang atau sama sekali tak pernah makan sarapan.

Men in white shirt having chest pain - heart attack - heartbeat lineMen in white shirt having chest pain - heart attack - heartbeat line Foto: Getty Images/iStockphoto/Suze777

Baca juga : Apa Perlu Sarapan Kalau Mau Turunkan Berat Badan?

Di awal penelitian, semua peserta ini dinyatakan tidak memiliki masalah kesehatan pada jantung. Seiring berjalannya waktu, ternyata terungkap kalau orang yang jarang atau tidak pernah makan sarapan cenderung mengalami obesitas dan kolesterol tinggi.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology ini juga membahas berbagai faktor lainnya mulai dari pola makan, faktor kesehatan dan keadaan sosial ekonomi para peserta. Dibanding orang yang makan sarapan setiap hari, orang-orang yang tak pernah sarapan ini memiliki risiko 87 persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

"Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa melewatkan makan sarapan berkaitan dengan risiko diabetes, hipertensi, dan kolesterol yang lebih tinggi," kata Dr. Wei Bao, asisten profesor epidemiologi di Universitas Iowa. "Studi kami menunjukkan bahwa makan sarapan bisa menjadi cara sederhana untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Penelitian jangka panjang ini dilakukan selama 17 tahun. Para peserta penelitian akan dipantau soal pola makannya, termasuk kebiasaan sarapan dan pola makan yang dijalani. Dari penelitian ini bisa disimpulkan kalau orang yang punya kebiasaan makan sarapan akan memiliki risiko kecil terkena serangan stroke dan masalah kesehatan jantung.

Men in white shirt having chest pain - heart attack - heartbeat lineMen in white shirt having chest pain - heart attack - heartbeat line Foto: Getty Images/iStockphoto/Suze777

Baca juga : Ternyata Ini Alasan Sebenarnya Kenapa Sarapan Sangat Penting

Penelitian ini bukan satu-satunya yang membahas hubungan antara makan sarapan dengan gangguan penyakit. Sebelumnya juga sudah ada penelitian serupa yang membahas bahayanya melewatkan makanan.

Selama periode 16 tahun, ada 1.527 kasus penyakit jantung menyerang pasien pria. Kebanyakan pria ini memiliki kebiasaan melewatkan sarapan.

Kubota et al melaporkan hasil dalam makalah yang diterbitkan pada 2016, dari kelompok besar yang mencakup 82.772 peserta (38.676 pria dan 44.096 wanita) di Jepang. Orang-orang yang melewatkan sarapan memiliki risiko 14% lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular, 18% peningkatan risiko stroke, dan 36% lebih besar risiko stroke.



Simak Video "Klepon Ubi Ungu, Pas Dimakan Saat Sarapan!"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)