Minuman Kaleng Makin Populer, Stok Kaleng Aluminum Menipis

Sonia Basoni - detikFood Senin, 13 Jul 2020 17:30 WIB
Kaleng Minuman Foto: Getty Images/iStock
Jakarta -

Selama pandemi Corona tren minuman berubah. Orang-orang lebih menyukai minuman kaleng, karenanya stok kaleng aluminium menipis.

Virus Corona mengubah industri makanan dan juga minuman. Perilaku belanja kebutuhan sehari-hari juga ikut berubah. Hal ini menyebabkan kelangkaan terhadap beberapa bahan seperti kaleng minuman.

Baca Juga: Temukan Virus Corona di Talenan, Pasar di Beijing Berhenti Jual Salmon

Kaleng MinumanKaleng Minuman Foto: Getty Images/iStock

Dilansir dari Delish (13/07), setelah sempat heboh stok tisue toilet yang langka di bulan Maret lalu kini hadir permasalahan terbaru. Beberapa perusahaan minuman mengaku mereka mulai kekurangan kaleng aluminum karena tingginya permintaan pasar.

Alasan dari menipisnya persediaan kaleng aluminum ini ternyata tak lepas dari perilaku konsumen yang lebih suka menikmati minuman kaleng. Minuman kaleng dianggap lebih praktis dan bisa disimpan di rumah selama masa pandemi ini.

Ada juga yang menjelaskan bahwa selama ini orang-orang menikmati minuman kesukaan mereka di kafe atau restoran. Namun semenjak tempat makan tutup karena virus Corona, orang-orang terpaksa membeli minuman kaleng untuk minum di rumah.

Kaleng MinumanKaleng Minuman Foto: Getty Images/iStock

Jika situasi ini terus berlanjut bisa jadi muncul kelangkaan pada minuman kaleng terutama minuman bersoda. Menurut perwakilan dari Ball, perusahaan kaleng minuman di Amerika menjelaskan bahwa mereka kesulitan memenuhi permintaan pasar.

"Kami tengah memperluas pabrik pembuatan kaleng di Amerika, salah satunya dengan membangun dua pabrik untuk memproduksi kaleng," tutur perwakilan Bal.

Tentu saja hal ini cukup membuat para penggemar minuman bersoda terkejut. Kebanyakan minuman bersoda dikemas dengan kaleng, sehingga netizen mulai berbondong-bondong bertanya ke perusahaan minuman apakah kelangkaan stok akan terjadi.

Kaleng MinumanKaleng Minuman Foto: Getty Images/iStock

Salah satunya ada perusahaan Coca-Cola, Twitter mereka dibanjiri pertanyaan dari para penggemar. Menjawab semua pertanyaan itu, pihak Coca-Cola menjelaskan bahwa mereka tengah melakukan semampu yang mereka bisa untuk tetap memenuhi permintaan pasar.

"Sama seperti perusahaan lain, kita melihat adanya lonjakan tinggi untuk produk yang dikonsumsi di rumah. Kami sekarang tengah mengukur dan beradaptasi untuk terus memenuhi permintaan. Kami juga terus berkomunikasi dengan pembeli dan suplier di waktu yang tak terduga seperti ini," tulis Coca-Cola lewat akun Twitter resmi mereka.

Selain minuman kaleng yang diminati, pandemi juga membuat permintaan kopi di sejumlah negara seperti di Eropa dan Amerika terus melonjak.

Baca Juga: Saat Pandemi COVID-19, Permintaan Kopi di Eropa dan Amerika Melonjak



Simak Video "Rekomendasi Sambal buat Kamu"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)