Temukan Virus Corona di Talenan, Pasar di Beijing Berhenti Jual Salmon

Sonia Basoni - detikFood Senin, 15 Jun 2020 16:00 WIB
Ikan Salmon di Beijing Foto: Global Times/AFP
Jakarta -

Virus corona terdeteksi di talenan yang digunakan untuk mengirim salmon ke Beijing. Karenanya pemerintah China hentikan penjualan salmon untuk sementara waktu.

Penemuan ini didapati oleh pemerintah China yang melacak sumber penyebaran virus Corona terbaru di sana. Setelah ditemukannya virus corona di papan talenan, pemerintah Beijing langsung menutup pasar daging dan sayuran terbesar di sana yang dikenal dengan nama Pasar Xifandi.

Baca Juga: Beijing Resmi Larang Konsumsi Daging Hewan Liar

Ikan Salmon di BeijingIkan Salmon di Beijing Foto: Global Times/AFP


Dilansir dari Mothership (15/06), karena takut menyebabkan wabah banyak supermarket di Beijing yang berhenti menjual ikan salmon. Apalagi dengan hadirnya kasus virus Corona terbaru selama 55 hari terakhir di Beijing.

Kasus virus Corona terbaru ini ditemukan pada pria berusia 52 tahun bernama Tang. Kurang dari 48 jam ada 6 orang yang juga terpapar virus Corona.

Pasar Xifandi langsung menjadi fokus utama pelacakan setelah dua pasien sempat mengunjungi pasar tersebut, dan satu pasien bekerja di bidang penelitian daging.

Ikan Salmon di BeijingIkan Salmon di Beijing Foto: Global Times/AFP



Menurut pihak kesehatan sebelum didiagnosa terpapar Corona, Tang sempat mengunjungi beberapa tempat seperti pusat perbelanjaan, pasar sayuran, dan pusat hiburan di Fengtai District.

Selain Pasar Xifandi, pemerintah Beijing juga melacak Pasang Jingsen di Fengtai yang juga menjual seafood. Setidaknya ada lebih dari 6 pasar di Beijing yang ditutup sementara selama kasus ini diselidiki.

Pemerintah setempat juga menemukan virus Corona di papan talenan yang digunakan untuk mengirim salmon di Pasar Xifandi dan berkaitan dengan salmon di Pasar Jingshen. Untuk mencegah penyebaran virus ada 9 orang yang dikarantina meski sudah dinyatakan negatif Corona.

Ikan Salmon di BeijingIkan Salmon di Beijing Foto: Global Times/AFP



Meski cukup mengkhawatirkan tapi banyak ahli kesehatan di China yang mengatakan bahwa hal seperti ini normal terjadi karena pandemi sendiri belum sepenuhnya selesai.

Namun pemerintah Beijing memastikan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan di industri daging impor dan sayuran untuk mencegah penyebaran virus Corona di sana.


Baca Juga: Jalan-jalan ke Beijing, 5 Tempat Jajan Kaki Lima Ini Wajib Dikunjungi!



Simak Video "Kangen dengan Pecel Sayur di Pasar Baru?"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)