Kota Siem Reap Kini Resmi Larang Perdagangan Daging Anjing

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 09 Jul 2020 13:00 WIB
Festival Daging Anjing di Yulin Foto: REUTERS
Jakarta -

Terkenal dengan hidangan daging anjingnya, kini kota Siem Reap resmi larang perdagangan daging anjing. Ini untuk mencegah persebaran virus corona.

Setiap tahunnya ada lebih dari tiga juta ekor anjing yang dibunuh untuk diambil dagingnya di Kamboja. Di sana daging anjing dianggap sebagai sumber makanan murah yang kaya protein sekaligus lezat.

Baca Juga: 5 Negara Ini Melarang Keras Konsumsi Daging Anjing

Selama bertahun-tahun para aktivis pecinta hewan mengkritik Kamboja karena praktik ini. Karena dianggap kurang sesuai dengan konsep mencintai hewan sebagai makhluk hidup.

Daging Anjing di ChinaDaging Anjing di China Foto: MailOnline

Dilansir dari Daily Mail UK (09/07), baru-baru ini kota Siem Reap baru saja mengeluarkan kebijakan terbaru. Pemerintah menyebutkan bahwa perdagangan daging anjing resmi dilarang di sana.

"Praktik ini sudah menyebabkan infeksi dari rabies. Serta menyebarnya penyakit dari satu wilayah ke wilayah lainnya, tentunya hal ini mempengaruhi kesehatan masyarakat," tulis pernyataan dari pemerintah.

"Memburu, menangkap, menjual, membeli serta membunuh anjing kini termasuk ke dalam tindakan yang melanggar hukum. Jika tertangkap akan mendapatkan hukuman yang berat," demikian penjelasan pemerintah.

Festival daging anjing YulinFestival daging anjing Yulin Foto: AP Images for HSI/


Menanggapi hal ini, banyak pecinta hewan yang memuji ketegasan dari pemerintah kota Siem Reap. Apalagi kota ini merupakan pusat destinasi wisata populer bagi wisatawan dari seluruh dunia.

Setidaknya ada lebih dari 6 juta turis yang berkunjung setiap tahunnya ke Siem Reap. Setengah di antaranya berasal dari china.

Menurut data yang ada, tahun lalu beberapa provinsi di Kamboja menjadi pintu gerbang untuk perdagangan daging anjing. Di mana kebanyakan anjing merupakan hasil curian. Setelah disembelih, daging anjing kemudian dikirim ke 20 restoran yang menyediakan daging anjing di Siem Reap.

Tidak sulit untuk menemukan daging anjing di Siem Reap. Banyak restoran yang menjualnya kurang dari satu dolar. Kebanyakan daging anjing dikonsumsi oleh pria di Kamboja sebagai camilan saat minum-minum.

Festival Daging Anjing di YulinFestival Daging Anjing di Yulin Foto: REUTERS

Tak hanya di Siem Reap, perdagangan daging anjing juga santer di beberapa kota. Termasuk di Phnom Penh, di mana masih ada 100 yang menyediakan daging anjing.

Selain itu daging anjing juga dijual sebagai makanan kaki lima. Dengan kisaran harga USD 2,50 - USD 10 (Rp 36.000 - Rp 144.00) per kilogram.

"Kami berharap kota Siem Reap bisa menjadi model di Kamboja, agar wilayah lain mau menerapkan kebijakan yang sama," pungkas dokter hewan Katherine Polak.

Sebelum Siem Reap, beberapa kota di China juga mulai melarang perdagangan hingga konsumsi daging anjing. Bahkan pemerintah China sudah mengeluarkan daging anjing dari daftar hewan ternak.

Baca Juga: Hii..! Video Anjing Dipanggang Hidup-hidup di China Ini Dikecam Keras



Simak Video "Nyobain Kue Pukis KFC, Rasanya Premium Banget!"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)