Kelapa Thailand yang Dipetik Monyet, Ditolak di Luar Negeri

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 07 Jul 2020 12:00 WIB
Kelapa Thailand yang Dipetik Monyet Foto: Getty Images/iStockphoto/
Jakarta -

Banyak perkebunan di Thailand pakai monyet untuk memetik buah kelapa. Kelapa Thailand yang dipetik monyet ini ditolak di luar negeri.

Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Thailand punya banyak perkebunan kelapa. Hasil kelapa ini kemudian diekspor ke berbagai negara.

Tapi baru-baru ini banyak negara yang menolak kelapa dari Thailand. Karena kelapa tersebut melibatkan kerja keras monyet-monyet untuk memetiknya dan dianggap sebagai tindakan kekerasan pada hewan. Apalagi tak ada upah pekerja karena monyet-monyet hanya perlu diberi pakan saja.

Baca Juga: Mirip Manusia, 5 Aksi Monyet Makan Sampai Diet Ini Jadi Viral

Dilansir dari Bangkok Post (07/07), menurut laporan dari organisasi People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), banyak perkebunan di Thailand yang menggunakan monyet untuk memetik buah kelapa dari atas pohon.

Kelapa Thailand yang Dipetik MonyetKelapa Thailand yang Dipetik Monyet Foto: Getty Images/iStockphoto/



Bahkan monyet-monyet diperlakukan seperti 'mesin pemetik kelapa' yang bekerja tanpa henti. PETA menjelaskan bahwa monyet digunakan oleh perkebunan untuk memasok kelapa ke perusahaan santan terkenal di Thailand. Salah satunya ada Aroy-D dan Chaokoh.

Selain itu kelapa ini juga diekspor ke banyak negara di Eropa sampai Amerika Serikat.

"Dari investigasi yang dilakukan PETA Asia, ada lebih dari 15,000 toko di berbagai negara yang menolak menjual produk santan Aroy-D dan Chaokoh. Sementara itu mayoritas toko dan supermarket juga tidak akan membeli kelapa asal Thailand yang dipetik monyet," jelas PETA di situs resmi mereka.

Dari semua negara, Inggris mengambil langkah yang paling tegas untuk memboikot kelapa asal Thailand. Beberapa supermarket besar seperti Waitrose, Ocado, Co-op, Tesco dan Boots menolak menjual kelapa dari Thailand.

Kelapa Thailand yang Dipetik MonyetKelapa Thailand yang Dipetik Monyet Foto: Getty Images/iStockphoto/



"Produk santan dan air kelapa milik Tesco tidak menggunakan tenaga monyet dalam produksinya. Kita tidak menjual produk kelapa yang dilarang oleh PETA. Kami tidak mentolerir praktik ini dan akan menghapus produk apa pun yang melibatkan tenaga monyet," jelas perwakilan supermarket Tesco.

Sementara perwakilan supermarket Morrisons juga menyampaikan hal serupa. Mereka sudah menghapus semua produk kelapa yang dipetik monyet dari rak penjualan.

"Kami sedang meninjau sekaligus melakukan investigasi tentang isu ini kepada pemasok kelapa di Morrisons," jelas perwakilan Morrisons.

Selain itu PETA juga menemukan bahwa setidaknya ada 8 perkebunan kelapa yang memaksa ratusan ekor monyet untuk mengambil kelapa untuk diekspor. Apalagi satu ekor monyet jantan mampu mengambil 1,000 butir kelapa per hari. Sementara manusia hanya mampu mengambil 80 butir kelapa.

Kelapa Thailand yang Dipetik MonyetKelapa Thailand yang Dipetik Monyet Foto: Getty Images/iStockphoto/



Bahkan PETA menemukan adanya sekolah khusus untuk melatih para monyet memetik buah kelapa. Banyak monyet yang hidup dalam kandang sempit dan tak layak dan tertekan di sana. Kebanyakan monyet ditangkap secara ilegal saat mereka masih bayi.

"Negara produsen kelapa seperti Brazil, Kolombia dan Hawaii semuanya menggunakan metode panen yang lebih manusiawi. Mereka menggunakan mesin traktor, elevator hidrolik, tali, tangga sampai menanam pohon kelapa ukuran kecil," ungkap PETA.

Karena hal ini PETA meminta agar orang-orang berhenti membeli produk kelapa yang menggunakan tenaga monyet dari Thailand.

Tak hanya di Thailand, praktik monyet memetik kelapa ini juga terjadi di Indonesia. Di Sumatera Barat contohnya, beruk atau monyet lumrah digunakan untuk memetik kelapa. Bahkan ada festival khusus untuk monyet memetik kelapa di Pariaman.

Baca Juga: Karena Terlalu Banyak Makan Junkfood, Monyet Ini Jalani Diet Ketat



Simak Video "Nyobain Kue Pukis KFC, Rasanya Premium Banget!"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)