Makan Daging Kelelawar, Ini Bahaya dan Manfaatnya

Devi Setya - detikFood Kamis, 02 Jul 2020 17:00 WIB
Close up shot of a bat yawning. You can clearly see the animals tongue. This is a fruit bat and the shot was taken in Melbourne, Australia. Foto: Getty Images/iStockphoto/CraigRJD

4. Dagingnya membawa virus

Close up shot of a bat yawning. You can clearly see the animals tongue. This is a fruit bat and the shot was taken in Melbourne, Australia.Close up shot of a bat yawning. You can clearly see the animals tongue. This is a fruit bat and the shot was taken in Melbourne, Australia. Foto: Getty Images/iStockphoto/CraigRJD


Dibalik manfaatnya, ternyata kelalawar memiliki resiko besar bagi orang yang menyantap dagingnya. Kelelawar dianggap sebagai rumah bagi lebih dari 60 jenis virus yang dapat menginfeksi tubuh manusia.

Dari penelitian yang dilakukan Dokter Jon Epstein, seorang dokter hewan dari EcoHealth Alliance mengatakan kalau kelelawar mengandung virus influenza kuno. Tak hanya itu, puluhan virus yang dibawa oleh kelelawar juga disebut-sebut sebagai biang dari merebaknya virus corona.

Berdasarkan data yang diambil pada periode tahun 1940-2004. Para ahli mengatakan, sekitar 75 persen dari jenis penyakit menular yang baru berasal dari hewan. Kelelawar bahkan disebut-sebut sebagai penyebab dan penyebar virus ebola, nipah serta hendra.

Baca juga : 5 Fakta Sup Kelelawar yang Diduga Penyebar Virus Corona

5. Tubuh kelelawar kebal virus

Close up shot of a bat yawning. You can clearly see the animals tongue. This is a fruit bat and the shot was taken in Melbourne, Australia.Close up shot of a bat yawning. You can clearly see the animals tongue. This is a fruit bat and the shot was taken in Melbourne, Australia. Foto: Getty Images/iStockphoto/CraigRJD


Kelelawar termasuk mamalia yang memiliki tubuh kuat. Bayangkan saja, meskipun tubuhnya mengandung lebih dari 60 virus mematikan, spesies ini masih tetap bisa hidup dengan baik.

Dalam jurnal yang diterbitkan pada tahun 2018 di Cell Host and Microbe, para ilmuwan di China dan Singapura mengecek DNA dari kelelawar. Bagian kotoran kelelawar termasuk yang paling banyak menyebarkan virus, apalagi kelelawar hidup dengan cara beterbangan ke berbagai tempat. Hal ini memudahkan virus berkembang dengan pesat.

Kelelawar hidup di gua dan tempat gelap yang lembab. Resiko menularkan virus terjadi di tempat tinggal kelelawar ini. Uniknya, tubuh kelelawar mampu bertahan dari serangan virus sehingga kelelawar bisa hidup bahkan dengan umur panjang.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Gurih Nikmat Soto Betawi Legendaris di Cawang"
[Gambas:Video 20detik]

(dvs/odi)