170 Tahun Lalu Ada Wabah Susu Mematikan dengan Korban Ribuan Bayi

Sonia Basoni - detikFood Minggu, 28 Jun 2020 13:00 WIB
Wabah Susu Beracun Foto: Wikimedia Commons

2. Bukan Susu Murni

Wabah Susu BeracunWabah Susu Beracun Foto: Wikimedia Commons

Selain sapi diberi pakan yang tidak sehat dan berasal dari sisa-sisa makanan yang kotor, kualitas susu yang dihasilkan juga berbeda dengan susu sapi pada umumnya. Swill milk ini punya tekstur susu yang lebih cair dan tidak kental malah mirip seperti air.

Untuk mengelabui konsumen, para produsen susu ini mulai mencampurkan tambahan bahan tertentu seperti tepung terigu, tambahan maizena agar lebih kental sampai cat dinding untuk membuat warnanya lebih putih dan tidak pucat.

Tentu saja semua bahan yang tidak sehat ini mengandung banyak bakteri yang mengacaukan sistem pencernaan anak-anak. Sayangnya banyak orang yang tidak menyadari wabah ini karena terlalu banyak wabah lainnya yang terjadi saat itu.

3. Kandang Sapi yang Sangat Kotor

Wabah Susu BeracunWabah Susu Beracun Foto: Wikimedia Commons

Sudah dipaksa menyantap makanan sisa yang tak bernutrisi, ditambah dengan kondisi kandang yang jorok dan tidak pernah dibersihkan oleh para peternak. Menurut data yang ada campuran pakan dari swill ini dibuat dari rebusan air dan sisa ampas gandum.

Tentunya makanan ini tidak disukai sapi tapi para sapi ini akhirnya memakannya karena mereka tidak memiliki pilihan lain. Setidaknya dalam sehari beberapa sapi bisa mengonsumsi lebih dari 30 galon swill yang membuat mereka memproduksi lebih banyak susu dibandingkan sapi yang makan rumput.

Tak jarang para sapi ini harus hidup dan tidur di dalam kubangan kotoran mereka sendiri. Banyak sapi yang mati karena kekurangan nutrisi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3