Es Krim Pertama Kali Ditemukan di China atau Italia?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 22 Jun 2020 12:00 WIB
Sejarah es krim Foto: Getty Images/iStockphoto/Zocha_K

2. Tekstur awal es krim tidak padat
Menyebut es krim, banyak orang terbayang teksturnya yang padat dan benar-benar beku. Layaknya es krim bar yang ada di minimarket hingga gelato khas Italia yang harganya relatif mahal sekarang ini.

Tapi tekstur awal es krim ketika pertama kali diciptakan tidak seperti itu. Teksturnya justru lebih berair dan mirip es serut yang bisa diminum. "Awalnya es krim hanya minuman beku dan menyegarkan untuk dinikmati, terutama di bulan-bulan musim panas," kata Polliotti.

Kemudian seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, manusia berkreasi menggunakan es untuk dicampur jus buah, madu, herba, biji-bijian, dan bunga. Sayangnya tidak diketahui jelas kapan kreasi ini pertama kali muncul, namun diperkirakan sama tuanya dengan ketika pertama kali manusia ada di bumi.

Pihak Gelato Museum juga menambahkan, hampir tidak mungkin menobatkan satu negara untuk disebut sebagai negara asal es krim. Pasalnya minuman dingin yang merupakan cikal bakal es krim sudah menjadi dessert populer di berbagai belahan dunia sejak dulu. Mulai dari wilayah Mediterania sampai Asia. "Es krim dengan cepat menjadi tren gaya hidup," tambah Polliotti.

3. Alexander the Great penggemar berat es krim

Sejarah es krimSejarah es krim Foto: Getty Images/iStockphoto/Zocha_K

Semua masyarakat peradaban kuno tampaknya suka 'koktail' beku. Hal ini terbukti dari ditemukannya banyak bangunan untuk mengawetkan es oleh para arkeolog di seluruh penjuru dunia.

Di Mesopotamia, para pesuruh kaisar berjalan ratusan kilometer demi menemukan salju dan es yang dipakai untuk mendinginkan minuman. Nantinya minuman ini disajikan di acara-acara jamuan kerajaan. Adapun salah satu penggemar berat es krim kuno adalah Alexander the Great, penguasa Yunani.

"Ke mana pun dia pergi, ketika dia menaklukkan negara-negara asing dan kerajaannya menyebar, Alexander akan membangun rumah-rumah es dan dia membuat budaya minuman es berkembang," kata Polliotti. Dirinya menambahkan bahwa pesta-pesta mewah Romawi kuno sering menghadirkan "air mancur salju" yang didekorasi emas dan perak. Fungsinya untuk mencampur es dengan wine manis dan madu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com