Beli Ikan ke Pasar, Pria Ini Jadi 'Patient Zero' Terbaru COVID-19 di China

Sonia Basoni - detikFood Sabtu, 20 Jun 2020 06:00 WIB
- Foto: AFP/Getty Images/Beijing TV
Jakarta -

Pergi ke pasar seafood Xinfadi beli ikan untuk anak-anaknya, pria ini malah jadi 'patient zero' COVID-19 gelombang baru di China.

Tang merupakan pria berusia 52 tahun yang menjadi 'patient zero' atau pasien pertama yang terjangkit virus COVID-19 gelombang terbaru di China. Pria yang tinggal di Beijing ini mengaku sempat pergi ke pasar Xinfadi untuk membeli ikan karena anak-anaknya ingin makan ikan.

Baca Juga: Dikaitkan dengan Virus Corona, Ini 5 Fakta Ikan Salmon

Dilansir dari Daily Mail UK (19/06), setelah itu Tang positif terjangkit virus Corona ada 158 kasus baru di kota Beijing dalam waktu satu minggu. Hal ini membuat pemerintah China bergerak cepat untuk memperketat karantina karena takut adanya gelombang dua dari pandemi ini.

-- Foto: AFP/Getty Images/Beijing TV



Lewat video yang direkam oleh Beijing TV Station, terlihat bahwa Tang kini tengah dirawat di salah satu rumah sakit lokal. Ia menjelaskan dengan rinci perjalanannya ke pasar Xinfadi yang ada di Beijing untuk belanja ikan pada tanggal 3 Juni lalu.

Pria yang mendapat julukan 'Kakek Xicheng' dari media China ini tak pernah menyangka bahwa dia akan menjadi pasien pertama di gelombang terbaru COVID-19 di China.

"Saat itu saya pergi ke pasar untuk membeli beberapa ikan. Anak-anak saya ingin makan ikan, jadi saya ke sana dan ternyata saya malah terjangkit virus corona," jelas Tang.

-- Foto: AFP/Getty Images/Beijing TV


Ia mengaku setelah dari sana tubuhnya mulai mengalami demam dan beberapa gejala lainnya sehingga ia langsung ke rumah sakit terdekat. Di sana lah ia diketahui positif terjangkit virus corona.

Tang menjadi kasus virus Corona pertama yang berasal dari China setelah lebih dari dua bulan lamanya China tak menemukan kasus lokal baru.

Tang menuturkan bahwa ia tidak pernah keluar negeri dalam waktu dua minggu terakhir. Bahkan ia juga tidak pernah kontak dengan seseorang yang berkunjung ke Beijing. Ia hanya mengingat pasar Xinfadi yang ditujunya dan 38 orang yang ia temui selama masa itu.

-- Foto: AFP/Getty Images/Beijing TV



Pemerintah mengklaim bahwa virus Corona yang ada di pasar Xinfadi bisa jadi berasal dari Eropa. Namun mereka masih melacak bagaimana virus itu bisa sampai ke pasar Xinfadi.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, semua warga diminta untuk tidak bepergian ke luar kota Beijing. Ini karena virus Corona mulai menyebar lagi di 4 provinsi China.

Ratusan penerbangan dari Beijing juga sudah dibatalkan dan status darurat kembali diterapkan di kota tersebut. Semua orang yang berkunjung ke pasar Xinfadi dari tanggal 30 Mei wajib karantina di rumah selama 14 hari dan akan dicek kesehatannya sehari dua kali sesuai aturan dari pemerintah Beijing.

Sebelumnya Beijing memutuskan untuk berhenti menjual ikan salmon. Setelah virus Corona ditemukan di dalam papan talenan yang digunakan untuk mengirim ikan salmon di pasar Xinfadi.

Baca Juga: Temukan Virus Corona di Talenan, Pasar di Beijing Berhenti Jual Salmon



Simak Video "Tips Memilih dan Menyimpan Bahan Makanan Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)