Kuliner New Normal

'Street Food' di Bangkok Kembali Buka dengan Protokol Kesehatan Baru

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 04 Jun 2020 12:30 WIB
Bangkok: Night market for vender on chinatown (Yaowarat) Road,the main street in Chinatow, once of Bangkok landmark and important street for more foods very delicious for thai-chinese style on Jan 6, 2017 in Thailand Foto: iStock

2. Menyekat meja dengan papan iklan

Street food Bangkok kembali bergeliatStreet food Bangkok kembali bergeliat Foto: YouTube Mark Wiens


Wiens lalu mengisi perut di kedai mie, Kuay Tiew Muay Zaa yang ada di dalam pasar Sampeng. "Saya belum pernah ke sini, tapi mampir saja karena lokasinya mudah dijangkau," kata Wiens. Begitu sampai dan duduk di meja, pegawai kedai langsung memberi sekat meja di antara Wiens dan istrinya.

Uniknya sekat meja tersebut memakai bekas papan iklan Coca-Cola. "Biasanya satu meja itu hanya satu orang kalau mereka (penjual street food) tidak punya sekat," jelas Wiens. Kalau ada sekat, paling tidak dua orang bisa duduk berhadapan.

Ia menikmati mie kuah tom yum yang berisi banyak fish ball dan seafood. "Rasa asamnya enak, tidak terlalu manis, tapi jelas butuh tambahan bumbu," kata Wiens sambil menaburkan banyak bubuk cabai dan cuka. Sebelum makan mie, ia juga memastikan tangannya bersih dengan pakai hand sanitizer yang dibawanya sendiri.

Baca Juga: Setelah Sebulan Dilarang, Warga Thailand Berebut Stok Bir

3. Perosotan mini untuk menyerahkan uang dan botol minuman

Street food Bangkok kembali bergeliatStreet food Bangkok kembali bergeliat Foto: YouTube Mark Wiens


Petualangan Wiens berlanjut ke Krua Porn La Mai, gerai minuman terkenal di Yaowarat. Tampilan gerai langsung mencuri perhatian karena ada perosotan mini di depannya. Penjual juga mengenakan masker saat melayani pengunjung.

Minuman di sini bernama 'Bitter Liquid' yang merupakan minuman kesehatan berbahan racikan herba China. Usai memesan beberapa botol, nampak penjual menyerahkan kantong lewat perosotan mini. Dengan begitu penjual dan pembeli tidak saling berdekatan. Ada jarak yang memisahkan mereka untuk mencegah penularan virus Corona.

Uang untuk membayar lalu ditaruh di penyerok bergagang panjang. Nantinya kalau ada kembalian, ditaruh lagi di penyerok berlapis plastik itu. Soal rasa, menurut Wiens penyematan nama 'bitter' pada minuman tak main-main karena rasanya memang pahit.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bikin Laper: Seger! Makan Soto Oseng Kaki Sapi di Jakarta Pusat"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com