Duduk di Restoran Jadi Aksi Protes Populer Lawan Rasisme di Amerika

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 03 Jun 2020 17:30 WIB
- Foto: Istimewa
Jakarta -

Aksi rasisme di Amerika sudah terjadi selama berabad-abad. Sejarah mencatat banyak aksi protes dilakukan untuk memerangi rasisme seperti duduk di restoran.

Sejak kasus kematian George Floyd yang terjadi Minneapolis hampir semua wilayah di Amerika melangsungkan aksi protes atau demo menuntut keadilan bagi warga kulit hitam.

Baca Juga: Singgung Wanita hingga Agama, Ini 5 Kejadian Rasis di Restoran

Sepanjang sejarah yang ada, keturunan Afrika-Amerika yang disebut juga sebagai orang hitam selalu mendapatkan diskriminasi, sasaran kekerasan, hingga tindakan berbau rasis lainnya.

-- Foto: Istimewa



Banyak aksi protes yang dilakukan untuk menumpas rasisme terhadap orang kulit hitam di Amerika. Salah satunya yang terkenal adalah aksi protes dengan duduk di dalam restoran yang ditunjukkan khusus untuk orang kulit putih.

Aksi protes ini dikenal juga dengan nama 'sit-in'. Dilansir dari History (03/05), pada tahun 1960 muncul isu rasial antara orang kulit hitam dan orang kulit putih. Banyak warga keturunan Afrika-Amerika yang melakukan aksi 'sit-in', yang paling terkenal ada aksi protes di Greensboro.

Pada tanggal 1 Februari 1960, empat mahasiswa dari perguruan tinggi khusus kulit hitam yaitu North Carolina Agricultural & Technical College, mampir ke restoran Woolworth.

-- Foto: Istimewa


Empat mahasiswa ini bernama Ezell A. Blair, Jr, David Richmond, Yoseph McNeil, dan Franklin McCain. Mereka memutuskan untuk masuk dan duduk di restoran Woolworth yang khusus hanya melayani orang kulit putih.

Aksi duduk di dalam restoran kulit putih ini merupakan bentuk protes dari kebijakan restoran Woolworth yang mendiskriminasi orang-orang Afrika-Amerika.

Mereka berempat yang duduk di restoran itu minta dilayani, namun tentunya para pelayan di sana tidak mau melayani pesanan makanan mereka. Mereka berempat sempat beradu argumen karena restoran Woolworth tak mau menerima uang mereka meski pun mereka sudah berpakaian rapi sesuai peraturan restoran tersebut.

Meski tidak dilayani dan ditolak di sana, tapi empat mahasiswa ini tetap duduk di meja makan sampai polisi datang. Karena mereka tidak melakukan tindak kekerasan atau kekacauan, pihak polisi tidak bisa mengusir mereka dari dalam restoran.

-- Foto: Istimewa



Keesokan harinya mereka kembali ke restoran Woolworth dan duduk di sana hingga restoran tutup dengan beberapa mahasiswa lainnya. Aksi protes yang tidak melibatkan kekerasan ini dinilai efektif dan mulai ditiru di berbagai wilayah di Amerika.

Bahkan empat hari berselang, tepatnya di tanggal 5 Februari 1960 ada 300 mahasiswa kulit hitam yang memenuhi restoran Woolworth membuat restoran itu lumpuh total. Di akhir Maret aksi 'sit-in' ini sudah menyebar di 55 kota di Amerika.

Tentu saja aksi protes duduk di restoran ini membuahkan hasil. Banyak restoran yang mulai mengubah kebijakan dan mau melayani orang kulit hitam. Salah satunya ada restoran Woolworth yang pertama kali melayani empat orang kulit hitam yang merupakan pegawai mereka.

Baca Juga: Bersikap Rasis Pada Pelanggan China, Chef Ini Dipecat



Simak Video "Es Timun Suri Cincau, Segar dan Manis untuk Buka Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)