Dampak Virus Corona, Harga Nangka Muda Lebih Mahal Dari Ayam

Devi Setya - detikFood Kamis, 12 Mar 2020 19:30 WIB
nangka muda Foto: istimewa
Jakarta -

Ketakutan akan virus corona dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia. Sayangnya ada banyak kabar yang membuat orang salah paham, termasuk soal makanan.

Dilansir dari Hindustan Times (12/3) masyarakat India menangkap informasi yang salah soal penyebaran virus corona. Banyak masyarakat di India percaya kalau virus corona ditularkan lewat unggas. Padahal unggas sama sekali bukan penyebab ataupun pembawa virus mematikan ini.

Kabar simpang siur ini dipercaya oleh banyak orang yang kemudian membuat orang enggan membeli ayam. Alhasil, sebagian besar masyarakat beralih menyantap alternatif makanan lain.

Dampak Virus Corona, Harga Nangka Muda Lebih Mahal Dari AyamFoto: istimewa


Baca juga : Potong Nangka Kayak Semangka, Supermarket Ini Bikin Heran Orang Asia


Kini di India, kathal atau nangka muda justru lebih laris dibandingkan ayam. Di pasar India, nangka ini dijual dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan harga ayam. Padahal biasanya nangka muda masuk dalam bahan makanan sederhana yang murah.

Jika sebelumnya, harga nangka ini sekitar 50 Rupee (Rp 9.700) per kilogram maka setelah ada wabah corona harganya melonjak jadi 120 Rupee (Rp 23.000). Harga nangka bahkan dibanderol lebih mahal dibandingkan harga ayam yang 80 Rupee (Rp 15.000) per kilogram.

"Lebih baik membuat nasi biryani nangka muda daripada biryani kambing atau ayam. Rasanya cukup enak. Satu-satunya masalah adalah nangka ini telah terjual habis di pasar sayur dan sulit ditemukan," kata Purnima Srivastava salah satu orang yang juga mengolah nangka muda.

Dampak Virus Corona, Harga Nangka Muda Lebih Mahal Dari AyamFoto: istimewa


Virus corona sudah menghantam industri usaha unggas di India. Asosiasi Peternakan Unggas bahkan baru-baru ini menggelar sosialisasi untuk menghilangkan kesalahpahaman yang sudah terlanjur beredar luas.

"Kami menjual sepiring olahan ayam dengan harga 30 Rupee (Rp 5.800) untuk mendorong orang agar mau menyantap hidangan ayam yang lezat. Kami memasak 1.000 kilogram ayam untuk acara ini dan semuanya habis," kata Vineet Singh, kepala Asosiasi Peternakan Unggas.

Meskipun demikian, tingkat kepercayaan masyarakat masih minim. Orang lebih tertarik makan makanan berbasis nabati dan menghindari makanan hewani. Daging kambing, ayam hingga ikan masih jadi komoditas pasar yang dihindari orang karena khawatir terpapar virus corona.

Baca juga : Jadi Alternatif Daging, Nangka Muda Kian Populer di Kalangan Vegetarian



Simak Video "Makanan Siap Masak dan Siap Makan Jadi Tren di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com