Panik Virus Corona, Warga Singapura Habiskan Stok Makanan di Supermarket

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 10 Feb 2020 11:36 WIB
Warga Singapura borong makanan di supermarket Foto: Straits Times Singapura
Jakarta -

Warga Singapura panik virus corona segera menyebar. Mereka putuskan beli banyak stok makanan hingga supermarket menuai antrean panjang.

Pemerintah Singapura menaikkan level waspada virus corona ke level oranye pada Jumat (7/2). Hal ini berarti penyakit dianggap parah dan mudah menyebar, hanya saja belum meluas di Singapura dan tengah dikontrol.

Level oranye adalah satu tingkat di bawah level terparah yaitu merah. Jika sudah di level ini, warga Singapura harus sangat waspada karena penyakit, dalam hal ini virus corona, dianggap parah dan mudah menular dengan cepat.

Panik Virus Corona, Warga Singapura Habiskan Stok Makanan di SupermarketFoto: Straits Times Singapura


Dampak dari kenaikan level waspada penyakit corona ternyata membuat warga Singapura panik. Mereka memborong stok bahan makanan hingga keperluan dasar lain. Potret-potret yang menunjukkan antrean panjang di supermarket pun menyebar di media sosial.

Baca Juga: Virus Corona Sebabkan Resto Bernama 'Wuhan' Ini Sepi Pengunjung

Selain itu, situs belanja online bahan makanan juga sulit diakses karena banyak warga Singapura memanfaatkannya. Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing coba menenangkan warga.

Dikutip dari South China Morning Post (10/2), Chan mengatakan warga Singapura tidak perlu memborong bahan makanan seperti beras dan mie instan. Juga barang-barang keperluan dasar lainnya.

Panik Virus Corona, Warga Singapura Habiskan Stok Makanan di SupermarketFoto: Straits Times Singapura


"Jalur pasokan kami untuk hal-hal esensial ini masih lengkap dan tidak ada risiko kami kekurangan makanan pokok atau barang-barang rumah tangga. Kami juga memiliki persediaan nasional untuk barang-barang penting," tulis Chan di Facebook.

Ia pun meminta warga Singapura tidak menimbun barang-barang yang tidak perlu. "Ini akan menciptakan kepanikan yang tidak semestinya dan tidak membantu situasi yang tengah dihadapi," lanjut Chan.

Seperti diketahui, pada 7 Februari 2020, pasien virus corona bertambah 3 di Singapura. Padahal mereka tidak memiliki kaitan dengan kasus virus corona sebelumnya dan tidak pula memiliki riwayat perjalanan ke China.

Panik Virus Corona, Warga Singapura Habiskan Stok Makanan di SupermarketFoto: Straits Times Singapura


Petinggi supermarket FairPrice di Singapura yaitu Seah Kian Peng juga berujar hal serupa. "Kami memiliki stok dan semuanya sedang diisi ulang dari gudang, tetapi jika semua orang mulai membeli lebih banyak dari yang mereka butuhkan, (stok) tidak akan pernah cukup," tutur Seah. Ia berharap semua warga Singapura tenang dan tidak menimbun bahan makanan.

Rupanya kepanikan menghadapi virus corona di Singapura ini menular. Dikutip dari Straits Times (10/2), pengunjung supermarket bernama Calvin Tan berujar tadinya ia hanya ingin belanja mingguan. Namun pikirannya berubah karena melihat antrean panjang.

"Pembelian dalam jumlah besar hanya menciptakan lebih banyak kepanikan. Dan dengan semua orang yang begitu dekat, itu bahkan dapat menghasilkan peluang lebih tinggi untuk terinfeksi," katanya.

Panik Virus Corona, Warga Singapura Habiskan Stok Makanan di SupermarketFoto: Straits Times Singapura


Baca Juga: Dampak Virus Corona, Merek Bir Corona Dikira Terkait Virus Berbahaya Ini

The Independent SG (10/2) juga melaporkan beberapa warga Singapura ternyata belanja bahan makanan sampai ke Johor Baru, Malaysia. Hal ini terlihat dari beredarnya foto mobil berplat Singapura yang mampir ke Aeon Mall Bukit Indah di Johor Baru.

Foto-foto di media sosial juga memperlihatkan antrean panjang di supermarket sana. Orang-orang mengantre sambil tetap mengenakan masker. Mall itu bisa dijangkau 25 menit dari jalan lintasan darat dengan mobil.

Panik Virus Corona, Warga Singapura Habiskan Stok Makanan di SupermarketFoto: Straits Times Singapura


Di sisi lain, Singapore Food Agency (SFA) tidak lagi mengimpor ternak atau daging mentah dari China. Juru bicara SFA juga mengatakan sebelumnya mereka mengimpor buah, sayuran, dan ikan dari China, namun China bukanlah satu-satunya negara pengimpor.

Bahan makanan di Singapura juga diimpor dari negara lain. Mulai dari Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, Australia, sampai Afrika Selatan. "Diversifikasi selalu menjadi salah satu strategi utama kami untuk memastikan pasokan makanan yang aman," pungkas juru bicara SFA.



Simak Video "Tips Memilih dan Menyimpan Bahan Makanan Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)