Dilanda Virus Corona, Beberapa Pasar di China Masih Jual Daging Hewan Liar

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 04 Feb 2020 13:00 WIB
Pasar Tradisional Hewan Liar Foto: Istimewa
Jakarta -

Penjualan daging hewan liar dilarang di China sejak virus corona menyebar. Tapi ada beberapa pasar di China yang masih saja menjual daging hewan liar ini untuk dimakan.

Sejak virus corona menyerang di kota Wuhan, menyebar ke seluruh China, hingga berbagai negara di dunia, konsumsi daging hewan liar mulai dilarang. Bahkan beberapa pasar yang menjual hewan liar ditutup sementara oleh pemerintah China. Hal ini karena hewan liar dapat menjadi tempat bersarangnya virus corona.

Baca Juga: Heboh Virus Corona Wuhan, Pasar Ini Jual Koala dan Tikus untuk Dimakan

Dilanda Virus Corona, Beberapa Pasar di China Masih Jual Daging Hewan LiarFoto: Istimewa


Dilansir dari Daily Mail UK (04/02), meski sudah dilarang pemerintah China, tapi ada beberapa pasar yang masih menjual daging hewan liar, atau pun hewan liar yang masih hidup untuk dikonsumsi. Salah satu toko daging di pasar yang ada di Provinsi Hubei masih menjual daging hewan liar.

Sementara di wilayah Provinsi Guangdong, penjualan daging tikus liar, ular, rusa, burung, musang, hingga ferret masih berlangsung di sana. Ada juga beberapa penjual daging hewan liar ini, yang menyembunyikan hewan-hewan liar itu di bagian bawah meja penjualan mereka.

Tapi banyak juga penjual yang menawarkan daging hewan liar ini secara terang-terangan. Menurut Southern Metropolis Daily, salah satu penjual daging di pasar, Baiyun, Guangzhou, dengan semangat menawari salah satu reporter yang berkunjung ke sana hewan liar. Seperti daging ular liar hingga tikus bambu.

Sementara untuk kisaran harga, daging hewan liar ini masih cukup mahal meski pun ada isu virus corona. Seperti ular, harganya bisa mencapai 300 yuan (Rp 588,641) per kilogram. Sementara tikus bambu dihargai sekitar 160 yuan (Rp 313,941) per kilogram.

Dilanda Virus Corona, Beberapa Pasar di China Masih Jual Daging Hewan LiarFoto: Istimewa


Tentu saja hal ini melanggar hukum dan kebijakan yang berlaku di China. Mengingat saay ini virus corona menewaskan lebih dari 425 orang di dunia, dan menginfeksi 20.000 orang di China, belum termasuk negara lainnya.

Beberapa penjual daging yang masih berani menawarkan daging hewan liar langsung ditangkap, dan diamankan oleh polisi setempat. China sendiri sudah mengeluarkan larangan sementara untuk perdagangan hewan liar untuk waktu yang belum ditentukan.

Hal ini bukan tanpa alasan. Hewan liar di China memiliki hubungan yang erat dengan penyebaran virus corona kepada manusia.

Dilanda Virus Corona, Beberapa Pasar di China Masih Jual Daging Hewan LiarFoto: Istimewa


"31 dari 33 sampel yang dikumpulkan dari bagian Pasar Seafood Huanan di Wuhan, terbukti positif terjangkit virus corona. Di mana bagian dari pasar ini menjual daging hewan liar. Hasil ini menyimpulkan bahwa merebaknya virus corona sangat berkaitan dengan perdagangan hewan liar di pasar tersebut," tutur perwakilan dari Chinese Centre Disease Control.

Kini Pasar Seafood Huanan di Wuhan sudah ditutup, dan dilabeli 'ground zero' atau tempat pertama virus corona menyebar. Namun, meski Pasar Seafood Huanan ditutup, tapi pasar-pasar lainnya di China masih menjual hewan-hewan liar ini.

Sebelumnya, China juga kembali menuai kecaman. Setelah video anjing dipanggang hidup-hidup di kota Yulin untuk dimakan. Hal ini mengupas sisi gelap dari perdagangan daging hewan liar di negara tersebut.

Baca Juga: Hii..! Video Anjing Dipanggang Hidup-hidup di China Ini Dikecam Keras



Simak Video "Tips Memilih dan Menyimpan Bahan Makanan Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)