Disebut Sindrom Restoran China, MSG Tidak Berbahaya

Sonia Basoni - detikFood Minggu, 19 Jan 2020 19:00 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - MSG dikenal sebagai salah satu bumbu penyedap yang digunakan untuk masakan China. Sering dianggap tak sehat, MSG disebut hanya sindrom semata.

Monosodium glutamate atau lebih dikenal sebagai MSG, merupakan bumbu dapur yang biasanya digunakan untuk memperkaya rasa, hingga menambah rasa gurih pada makanan. MSG sendiri sudah dinyatakan aman oleh Food and Drug Administration (FDA), atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika.

Baca Juga: Diam-diam MSG Tersembunyi Dalam 9 Produk Makanan Enak Ini

Biasanya MSG digunakan pada banyak makanan khas Asia, tapi muncul stigma dari banyak orang bahwa makanan yang ditambahkan MSG ini tidak baik, bahkan bisa berakibat buruk pada kesehatan. Hal ini lah yang disebut sebagai sindrom 'Chinese Restaurant Syndrome', yang ada di situs referensi dan kamus Merriam-Webster.
Disebut Sindrom Restoran China, MSG Tidak BerbahayaFoto: Istimewa

Dilansir dari Food and Wine (19/01), Merriaw-Webster menambahkan kata 'Chinese Restaurant Syndrome' ke dalam daftar kamus. Dijelaskan bahwa sindrom ini muncul dari masalah kesehatan yang berkaitan dengan menyantap makanan mengandung MSG.

Melihat hal ini, Ajinomoto selaku produsen MSG terbesar di Jepang dan Asia, membuat kampanye terbaru untuk menghapuskan pemikiran orang-orang yang salah tentang MSG. Ajinomoto menggandeng chaf sekaligus penulis buku Eddie Huang, dengan bintang televisi Jeannie Mai, serta dokter Billy Goldberg menjelaskan tentang stigma MSG.

Lewat video berdurasi cukup singkat, Eddie Huang membagikan diskusi mereka tentang MSG, dan meminta Merriam Webster untuk mengubah referensi kalimat tentang MSG.

"Seharusnya sekalian saja mereka menyebutnya sebagai Oriental Restaurant Syndrome. Yang paling pertama adalah, MSG itu enak. Kedua, menulis kata Chinese Restaurant Syndrome sangat lah tak pantas," tutur Eddie.
Disebut Sindrom Restoran China, MSG Tidak BerbahayaFoto: Istimewa

Sementara menurut Dokter Golberg, definisi dari Merriam Webster ini salah. Karena sebagaimana yang diketahui, MSG sudah terbukti aman untuk di konsumsi. Kandungan glutamate sendiri, terdapat di tomat, keju parmesan, hingga ASI.

Sementara menurut situs dari FDA, kandungan glutamate di dalam MSG itu di dapat dicerna tubuh, sama seperti kandungan glutamate yang ada di makanan. Karena tubuh mencernanya dengan sama.

"Kalian tahu apa yang membuat saya pusing? Rasisme," kritik Mai, yang menyindir Merriam Webster.

Selain itu Merriam Webster juga menambahkan bahwa kebanyakan makanan Chinamengandung MSG. Jika berlebihan MSG ini dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, hingga jantung berdebar.

Menanggapi kritikan ini Merriam-Webster langsung memberikan tanggapan.
Disebut Sindrom Restoran China, MSG Tidak BerbahayaFoto: Istimewa

"Eddie, terima kasih sudah mengingatkan kami. Kini kami sedang dalam proses mengubah referensi kami. Kami sangat berterima kasih kepada pembaca, yang dapat menunjukkan referensi kamus yang butuh ditinjau ulang. Kami akan terus meninjau setiap kata di kamus, dan mengubahnya sesuai saran," penjelasan pihak Merriam Webster.

Sementara netizen pun memberikan jawaban yang beragam tentang sindrom ini.

"Saya bahkan tidak tahu ada sindrom seperti ini. Jika kalian bertanya apa itu Chinese Restaurant Syndrome, saya akan menjawabnya sebagai kebahagiaan," tulis salah satu netizen.

Baca Juga: Ini Penjelasan Soal MSG dan Gluten yang Sering Dicap Tidak Sehat

Simak Video "Selamat Hari MSG Sedunia!"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/sob)