Banyak Orang Rela Bayar Mahal Untuk Makanan Mengandung Ganja

Devi Setya - detikFood Senin, 18 Nov 2019 11:00 WIB
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Di Indonesia, ganja termasuk salah satu herbal yang dilarang. Tapi di beberapa negara justru diolah jadi hidangan istimewa dengan harga tinggi.

Seorang chef bernama Chris Sayegh menyebut dirinya sebagai chef herbal. Ia membuat aneka makanan dengan bahan dasar tumbuh-tumbuhan. Baru-baru ini, Chef Chris mengumumkan kalau ada menu istimewa yang ia racik menggunakan ganja.
Banyak Orang Rela Bayar Mahal Untuk Makanan Mengandung GanjaFoto: istimewa

Baca juga : Kisah Ganja dan Makanan, Mulai dari Permen hingga Kafe Ganja Legal

Dilansir dari Insider (17/11) Chef Chris mengatakan pengalaman bersantap dengan menu ganja ini memiliki daya tarik tersendiri. "Ini merupakan sedikit peningkatan dalam bidang kuliner. Saya akan menunjukkan bagaimana kami meracik bahan makanan dengan tambahan ganja," kata Chef Chris.

Pria yang tinggal di Los Angeles ini bahkan baru saja membuka restoran dengan tema makanan herbal. Restoran bernama Herb ini menyajikan hidangan yang diberi campuran ganja. Meski dianggap kontroversi, tapi Chef Chris percaya makanan ini tidak akan membuat penikmatnya merasa teler dan tak sadarkan diri.

Chef Chris bukanlah sekedar ahli masak biasa, ia mempelajari lebih dalam soal biologi sel molekuler, ia belajar kedokteran namun ternyata passionnya adalah memasak. Alhasil, ia memiliki visi misi untuk membuat aneka hidangan yang sekaligus bisa menjadi obat herbal.

Semua orang sebanarnya bisa saja mencampurkan ganja ke dalam masakan. Namun kembali lagi ke sisi kesehatan, Chef Chris mengatakan ganja tidak bisa terlalu banyak ditambahkan ke dalam makanan karena efeknya akan berbahaya. "Hanya dosis kecil saja yang ditambahkan dan menggunakan teknik khusus. Kami ingin orang merasakan sensasi berbeda usai makan hidangan ini tapi bukan berarti membuatnya tak sadar," lanjut Chef Chris.

Untuk hidangan racikannya juga Chef Chris tidak menggunakan ganja utuh melainkan sudah diolah dengan teknologi canggih. "Jika Anda tidak menghomogenisasi dengan benar, yang berarti mencampur semuanya dengan seksama dan menyebarkannya secara merata, maka satu orang akan mendapatkan gumpalan besar sementara orang lain tidak akan mendapatkan apa pun," beber Chef Chris.
Banyak Orang Rela Bayar Mahal Untuk Makanan Mengandung GanjaFoto: istimewa

Baca juga : Perusahaan Ini Buat Jutaan Permen Ganja Per Bulan

Di restorannya, Chef Chris akan menjamu pengunjung dengan 10 hidangan termasuk wine. Beberapa hidangan ini antara lain salad kepiting, wagyu dengan onion caramel dan ikan kakap dengan soda dashi. Sebagai makanan penutup, ia menyediakan dessert rasa peach. Semua hidangan ini diolah dengan tambahan ganja.

Untuk bisa menikmati makanan unik ini, pengunjung harus merogoh kocek setidaknya $500 (Rp 7 juta). Eits, meskipun sudah punya uang tapi tidak semua pengunjung bisa makan dan minum dengan bebas. Ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi mulai dari usia hingga kondisi kesehatan para pelanggan restoran.

Simak Video "Andriyanto, 'Tukang Nasi Goreng' Asal Sragen yang Berjuang di Amerika"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)