Shabu-shabu Lezat Sehat

Hidangan Kuno Asal China yang Populer di Jepang dan Korea

Devi Setya - detikFood Senin, 14 Okt 2019 17:20 WIB
Foto: istimewa
Jakarta - Selain sushi dan ramen, hidangan Jepang yang tak kalah populer adalah shabu-shabu. Ternyata shabu-shabu bukan makanan asli Jepang melainkan berasal dari China.

Di Jepang, shabu-shabu mulai populer sejak tahun 1950-an. Tapi jauh sebelum itu, shabu-shabu merupakan hidangan kuno masyarakat Mongolia, China. Masyarakat Mongolia kerap mengolah hidangan dengan cara merebus makanan dalam panci besar berisi air.

Hidangan berkuah ini dikenal dengan sebutan shuan yang rou. Isiannya ada irisan tipis daging domba dan sayuran yang dimasak dalam kuah kaldu berbumbu. Karena disajikan hangat, shuan yang rou kerap jadi santapan saat musim dingin datang.
Hidangan Kuno Asal China yang Populer di Jepang dan KoreaFoto: istimewa

Baca juga : Hot Pot, Sajian Serba Rebus dari China yang Segar dan Sehat

Seiring perkembangan zaman, saat itu teknik masak shuan yang rou ini dibawa dan diperkenalkan di Jepang. Dengan citarasa yang sudah dimodifikasi, ternyata banyak orang Jepang yang menyukai hidangan ala negeri tirai bambu ini.

Sebutan shabu-shabu sendiri berasal dari teknik memasak daging yang hanya dicelupkan dalam panci berisi air panas. Irisan daging ini dicelupkan dan dilambaikan beberapa kali dalam air. Suara saat melambaikan daging ini terdengar seperti ucapan shabu-shabu.

Proses memasak yang unik ini akhirnya masyarakat Jepang mengenalnya dengan sebutan shabu-shabu. Sementara di China justru populer dengan istilah hidangan hot pot.

Baik shabu-shabu ala Jepang atau hot pot asal China, keduanya memiliki ciri dan teknik masak yang sama. Perbedaan mendasar dari dua hidangan ini terletak pada cita rasa kuah dan penggunaan dagingnya saja.
Hidangan Kuno Asal China yang Populer di Jepang dan KoreaFoto: Istimewa

Di China, sup hangat ini hadir dengan kaldu berisi rempah dan biji-bijian. Beberapa diantaranya ada kinci, angco, kapulaga, jahe, goji berry, cabai hingga bawang putih. Tak heran, rasa hot pot China lebih kuat dan berempah.

Sementara di Jepang, shabu-shabu disajikan dengan kuah kaldu yang rasanya lebih ringan. Uniknya lagi, di Jepang masyarakat menyantap shabu dengan saus pelengkap yang dikenal ponzu. Ponzu adalah saus khas yang dibuat dari wijen dengan rasa gurih asam.

Soal bahan isiannya juga berbeda, shabu-shabu China identik menggunakan daging domba. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya domba yang hidup di Mongol sehingga daging domba jadi salah satu makanan utama, termasuk juga sebagai bahan baku shabu-shabu China.

Sementara di Jepang penggunaan dagingnya justru banyak mengandalkan daging sapi. Kini shabu-shabu juga banyak dilengkapi dengan daging babi,ayam, ikan hingga seafood.

Ternyata konsep dan cita rasa hidangan ini semakin banyak digemari orang, tak heran kini banyak negara Asia lain yang menghadirkan shabu-shabu versi berbeda. Misalnya Thailand yang bangga dengan shabu-shabu berkuah tom yum atau Korea yang kini juga populer dengan kuah gochujangnya.

Di Indonesia sendiri, tersebar banyak restoran shabu-shabu asli China, Jepang, Thailand bahkan Korea yang belakangan jadi tren kuliner kekinian. Bukan hanya bisa dinikmati secara premium, sensasi makan shabu-shabu juga bisa dirasakan foodies berkantung tipis.

Konsep makan shabu-shabu dengan gaya all you can eat kini bisa disesuaikan dengan budget. Ada restoran shabu yang menjamin kepuasan makan dengan uang mulai Rp 80 ribuan. Tapi ada juga shabu-shabu premium yang harganya mencapai jutaan rupiah.
Hidangan Kuno Asal China yang Populer di Jepang dan KoreaFoto: istimewa

Baca juga : Suki Gaya Thailand dengan Pengaruh Hot Pot China

Selain cita rasa dan isiannya, saat makan shabu-shabu juga ada aturan yang harus diikuti. Misalnya urutan pemasakan, teknik merebus daging hingga cara menikmatinya. Penasaran dengan cara benar makan shabu-shabu?

Pada ulasan kali ini Detikfood akan mengupas seputar ragam shabu-shabu populer. Simak terus ulasannya untuk tahu rekomendasi shabu-shabu terbaik hingga tata cara menyantapnya.

Simak Video "Makan Puas dan Kenyang Cuma Rp 99 Ribu di Kitamura "
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)