Mau Beli? Garam Kedelai Artisan Ini Hanya Ada 500 Botol di Dunia

Mau Beli? Garam Kedelai Artisan Ini Hanya Ada 500 Botol di Dunia

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Jumat, 23 Agu 2019 16:00 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Membuat kecap artisan secara tradisonal bukan perkara mudah. Pria ini ingin melanjutkan warisan kuliner tersebut dengan menjual garam berharga.

Adalah Ken Koh, generasi ketiga dari pembuat kecap artisan Nanyang Sauce di Singapura yang bertekad melestarikan produk artisan ini. Ia ingin kecap yang diolah dengan tangan dalam tong ini tetap bisa dibuat.

Salah satu upayanya adalah menggalang dana di situs Kickstarter. Dikutip dari Mothership (23/8), Koh membuat penggalangan dana sedikit berbeda dengan menawarkan garam yang disebutnya mungkin paling berharga di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mau Beli? Garam Kedelai Artisan Ini Hanya Ada 500 Botol di DuniaFoto: Istimewa

Garam ini sebenarnya adalah garam kedelai yang sudah mengkristal dan berumur lebih dari 10 tahun. Garam langka ini ditemukan dalam jumlah sedikit di bawah tong tanah liat yang biasa dipakai keluarga Koh untuk membuat kecap.

Menyadari betapa berharganya garam ini, Nanyang Soy Salt secara khusus diliput media luar negeri yaitu Canadian Broadcasting Corporation's. Mereka membuat seri dokumenter berjudul "The Nature of Things" yang menceritakan Nanyang Soy Salt.

Baca Juga: Ini 6 Daerah Penghasil Garam Terbesar, Jokowi : NTT Punya Garam Berkualitas Bagus

Karena terbatasnya jumlah Nanyang Soy Salt, hanya 500 yang akan dijual sebagai edisi terbatas. Penjualannya melalui Kickstarter milik Koh dengan harga SGD 58 per botol atau sekitar Rp 595.000.

Kabarnya rasa umami garam kedelai ini paling enak dipadukan dengan steak. Tapi bisa juga menjadi kombinasi tak biasa seperti ditambahkan pada es krim.

Mau Beli? Garam Kedelai Artisan Ini Hanya Ada 500 Botol di DuniaFoto: Istimewa

Mengenai pencarian dana untuk Nanyang Sauce, Koh ingin memperluas produksinya. Salah satu hal utama yang ingin ia lakukan adalah membeli peralatan untuk memberi tutup dan mengemas kecap dalam botol.

Sementara proses pembuatan kecap sendiri begitu panjang dan semuanya masih dilakukan dengan tangan. Koh juga mengaku akan terus melanjutkan proses memasak ini meskipun lama. Tujuannya agar rasa dan kualitas kecap tetap terjaga.

Untungnya kini Nanyang Sauce sudah memenuhi target di Kickstarter. Mereka sudah mendapat lebih dari SGD 60.000 atau sekitar Rp 615 juta yang berjumlah 6 kali lipat dari target awal mereka.

Mau Beli? Garam Kedelai Artisan Ini Hanya Ada 500 Botol di DuniaFoto: Istimewa

Nanyang Sauce sendiri pertama kali berdiri tahun 1942. Kala itu Tan Tiong How dari China putuskan bekerja di Singapura. Tan lalu mulai membuat kecap dengan memfermentasi sendiri resep neneknya.

Kecap itu lalu ia tambahkan ke racikan buburnya sendiri setiap hari. Ternyata banyak orang menyukai kecap buatan Tan. Ia kemudian menjual kecap homemadenya dari pintu ke pintu di tahun 1951.

Baca Juga: Sudah 68 Tahun Kecap 'Kuda Terbang' dari Salatiga Melezatkan Masakan

Mau Beli? Garam Kedelai Artisan Ini Hanya Ada 500 Botol di DuniaFoto: Istimewa

Nanyang Sauce kemudian membuka pabrik tahun 1959. Sejak saat itu, keluarga Tan yaitu generasi Koh terus melestarikan bisnis kecap kakeknya. Mereka masih menggunakan tong tanah liat yang sama dan tetap memfermentasi kacang kedelai di bawah sinar matahari.

Kecap artisan ala Nanyang Sauce ini dijual dengan harga bervariasi. Andalan mereka adalah kecap yang sudah di-aging 12 bulan dengan harga SGD 28 (Rp 287.000) per botol.




(adr/odi)

Hide Ads