Bekraf Gelar Racik Kopi Untuk Hasilkan Lebih Banyak Barista Top

Eko Susanto - detikFood Rabu, 24 Jul 2019 20:00 WIB
Foto: Eko Susanto/detikcom Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar pelatihan Racik Kopi di Magelang. Tujuannya agar lebih banyak muncul barista-barista handal.

Workshop Racik Kopi diikuti peserta dari berbagai daerah, bukan hanya Magelang, tapi Temanggung, Wonosobo, Jogja, bahkan kota lainnya. Pelatihan dilangsungkan selama dua hari, Rabu (24/7/2019) dan Kamis (25/7/2019). Peserta yang berjumlah 50 orang ini mendapatkan materi teori dan praktek.

Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Bekraf, Poppy Savitri mengatakan, pelatihan kopi ini merupakan kegiatan yang memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada para peserta. Mereka diharapkan dapat memahami dan menerapkan standarisasi penyelenggaraan pelayanan dan metode praktik mengolah kopi.
Bekraf Gelar Racik Kopi Untuk Hasilkan Lebih Banyak Barista TopSuasana pelatihan meracik kopi di Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

"Kami harapkan dengan kegiata ini peserta dapat memahami dan menerapkan standarisasi penyelenggaraan pelayanan. Metode praktik mengolah kopi dan manajerial lingkungan pekerjaan yang mempunyai standarisasi kemampuan mengolah kopi dengan baik," katanya di sela-sela pelatihan meracik kopi di Hotel Safira, Kota Magelang, Rabu (24/7/2019).

"Tujuan workshop ini adalah untuk menciptakan barista handal, sekalipun peserta pelatihan tidak hanya barista saja, melainkan terbuka untuk seluruh kalangan pecinta kopi," katanya.

Untuk peserta, ada yang sudah menjadi peracik kopi, namun masih secara tradisional atau belum mengikuti standarisasi. Kemudian, pengetahuan tentang kopi belum baik.
Bekraf Gelar Racik Kopi Untuk Hasilkan Lebih Banyak Barista TopFoto: Eko Susanto/detikcom

"Peserta ini macam-macam, kita mengadakan di Magelang, tapi ternyata ada dari Temanggung, Jogja, Wonosobo, terus ada bilang dari Jakarta datang ke sini," ujarnya.

Baca Juga : Pengunjung LBF 2019 Cicipi 10 Kopi Asli Indonesia

Adapun peluang dari usaha meracik kopi ini, saat ini terinspirasi dari film Filosofi Kopi memicu tren kopi meledak.

"Saat ini, mulai dari sebuah film filosofi kopi, tiba-tiba kan jadi meledak tentang kopi. Ternyata orang berpikir, benar juga ya kopi Indonesia potensinya luar biasa dan baru digarap lima tahun terakhir ini. Jenis kopi Indonesia malah banyak orang luar (mancanegara) sudah ngerti, mereka sudah langsung beli kepada para petaninya," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Kopi Indonesia, Edy Panggabean menambahkan, salah satu yang diharapkan dari workshop ini yakni masyarakat di Magelang secara khusus dan masyarakat kopi secara umum harus mampu memberikan nilai tambah.
Bekraf Gelar Racik Kopi Untuk Hasilkan Lebih Banyak Barista TopSuasana pelatihan meracik kopi di Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

"Contoh dulu, kopi itu kan pengolahannya hanya ada dua. Pengolahan basah dan pengolahan kering, tapi dengan kemajuan zaman sekarang ada istilah wine, selain natural. Jadi, harus ada nilai tambah sebenarnya," ujar dia.

Selain itu, dalam pelatihan ini, nantinya peserta bisa mempelajari 12 unit kompetensi kemampuan . Kemudian, ditargetkan mampu mengembangkan kemampuan serta menerapkan ilmu dalam pekerjaan terkait pengolahan kopi.
Bekraf Gelar Racik Kopi Untuk Hasilkan Lebih Banyak Barista TopSuasana pelatihan meracik kopi di Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

Salah satu peserta, Muda Malta mengaku, pada bulan Maret, April dan Mei pernah mengikuti pelatihan barista, sekaligus menjadi baristanya. Ia ikut dalam pelatihan ini agar bisa dikolaborasikan dengan subsektor lainnya. Kebetulan ini mengelola fashion dan merchandise yang diharapkan bisa dikolaborasikan menjadikan usaha kreatif di Indonesia.

"Goal dari sini bisa tahu banyak tentang masalah kopi, terus membangun relasi dan networking. Hapannya bisa membuat coffee shop atau meracik kopi," ungkap Muda Malta

Baca Juga : Menyeruput Kopi Sambil Luluran Kopi Luwak di Cikole

Simak Video "Nggak Cuma Diminum, Kopi Juga Bisa Jadi Parfum Lho!"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)