Bikin Salah Kaprah, 13 Mitos Tentang Telur Ini Masih Banyak Dipercaya Orang

Milla Kurniaputri - detikFood Minggu, 26 Mei 2019 02:37 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Banyak mitos soal telur yang dikaitkan dengan kesehatan. Inilah 13 mitos yang tak perlu Anda percayai soal telur.

Tak hanya dimakan langsung, telur juga sangat dibutuhkan untuk berbagai resep masakan. Telur juga tinggi akan protein serta omega 3. Dikenal murah dan praktis, telur selalu jadi stok makanan di rumah.

Namun, ada beberapa mitos tentang telur, yang seringkali dipercaya begitu saja oleh sebagian kalangan, salah satunya adalah memicu kolesterol.

Seperti yang dilansir dilaman Bright Side, inilah mitos tentang telur yang perlu Anda ketahui kebenarannya.

Baca Juga: Cara Memilih Telur Terbaik untuk Kue, Dari Jenis hingga Cirinya

1. Penderita kolesterol tinggi tidak boleh makan telur

Banyak yang menganggap telur adalah musuh bagi penderita kolesterol, sehingga telur tak boleh dikonsumsi. Kuning telur memang mengandung lebih banyak lemak dan kolesterol, dibandingkan dengan putih telur. Tetapi tidak semua lemak dan kolesterol akan meningkatkan kadar kolesterol jahat ke dalam darah.

Dengan konsumsi 3 butir telur untuk sarapan di setiap harinya memang tidak baik. Tetapi dengan makan 1 butir telur dalam sehari tidak akan membahayakan. Untuk yang menderita diabetes dan penyakit kardiovaskular tidak boleh makan lebih dari 3 butir telur dalam seminggu.

2. Kuning telur menyebabkan gemuk

Beberapa orang tidak makan kuning telur karena takut gemuk. Faktanya, kuning telur mengandung protein tambahan dan zat bermanfaat lainnya seperti vitamin D yang dapat berkontribusi terhadap penyerapan kalsium. Mereka juga mengandung kolin yang dapat memastikan fungsi hati.

Bahkan ada zat lutein yang berguna bagi mata. Zat-zat tersebut tidak ada dalam putih telur. The American Heart Association mengklaim bahwa 1 butir telur sehari bagus dikonsumsi untuk diet sehat.

Bikin Salah Kaprah, 13 Mitos Tentang Telur Ini Masih Banyak Dipercaya OrangFoto: Istimewa

3. Telur mentah lebih sehat daripada telur rebus

Beberapa orang makan telur mentah untuk pembentukan otot, meningkatkan suara, atau mengurangi asam lambung. Padahal putih telur mentah sulit diserap tubuh, yang artinya penyerapan biotin (vitamin B7) dapat menjadi lebih lambat.

Dan juga dapat mengurangi sejumlah zat bermanfaat seperti potasium, fosfor, vitamin A, dan B5. Maka tidak disarankan untuk makan telur mentah. Dibandingkan digoreng, telur rebus bisa jadi pilihan tebat bagi Anda yang sedang berdiet.

4. Warna telur hanya putih dan coklat

Telur ayam yang biasa Anda lihat mungkin hanyalah cokelat dan putih. Ternyata telur ayam memiliki warna lain. Warna cangkang ayam tergantung pada jenisnya. Misalnya, ayam leghorn telurnya berwarna putih dan ayam Rhode Island memiliki telur cokelat.

Sedangkan beberapa ras lain seperti Araucana, Ameraucana, dan lainnya, memiliki telur biru atau hijau.

Warnanya tergantung pada pigmen, protoporphyrin bisa membuat kulit jadi warna cokelat, sedangkan biliverdin membuatnya menjadi biru dan hijau. Pola makan ayam juga berpengaruh, cangkang yang tumpul biasana karena ayam tidak mendapatkan cukup asam amino, tetapi itu tidak mempengaruhi kualitas telur.

Bikin Salah Kaprah, 13 Mitos Tentang Telur Ini Masih Banyak Dipercaya OrangFoto: iStock

5. Telur coklat lebih bagus daripada yang putih

Penelitian menunjukkan bahwa telur cokelat hampir sama dengan telur putih. Manfaat telur tergantung pada faktor-faktor lain. Misalnya, telur ayam betina yang menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari akan mengandung 3-4 kali lebih banyak vitamin D. Dan ayam yang makan makanan kaya omega-3 akan memiliki telur yang mengandung lebih banyak omega-3.

6. Warna kuning telur menentukan kualitas telur

Faktanya, warna kuning telur tergantung pada makanan yang dikonsumsi oleh si ayam. Semakin banyak kandungan karotenoid pada makanan ayam, semakin kuning pula telur yang dihasilkan.

Bahan pakan ternak seperti jagung, alfalfa, atau jelatang bisa membuat kuning telur lebih cerah. Warna kuning telur juga bisa diubah dengan bahan tambahan makanan seperti canthaxanthin. Sebaliknya, jika warna kuning telur terlihat pudar, bukan berarti telurnya berkualitas buruk atau busuk.

7. Wanita hamil tidak boleh makan telur

Ini sebenarnya hanya mitos. Telur adalah sumber protein tinggi, vitamin, mineral, dan asam amino. Jadi sangat disarankan ibu hamil untuk makan telur, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Ibu hamil hanya perlu menghindari makan telur mentah atau setengah matang.

Bikin Salah Kaprah, 13 Mitos Tentang Telur Ini Masih Banyak Dipercaya OrangFoto: istimewa

8. Anak di bawah 1 tahun tidak boleh makan telur

Sebanyak 2 persen anak biasanya mengalami alergi terhadap telur. Tetapi bukan berarti harus menghindari telur sama sekali. Anda bisa berikan telur yang kaya protein ini terhadap anak yang baru berusia 7 bulan. Bisa dimulai dengan 2 sdm, kemudian tambahkan makanan lain. Jika alergi tidak terjadi dalam 4 hari setelah makan telur, berarti anak akan baik-baik saja.

9. Telur tidak boleh dicuci dan disimpan di kulkas

Tidak semua orang akan mencuci telur kemudian diletakkan ke lemari es. Tetapi di Pabrik Amerika, serta Jepang, Australia, dan Skandinavia, harus mencuci telur untuk mencegah salmonellosis.

Ketika telur dicuci, telur akan kehilangan lapisan pelindung alami. Untuk menjaga telur supaya tetap segar dan mencegah bakteri, maka penting untuk disimpan di tempat yang dingin. Metode ini membantu meningkatkan masa simpannya.

Sedangkan di negara-negara Eropa, dilarang mencuci telur agar tidak merusak lapisan pelindung alami mereka. Maka untuk mencegah salmonellosis, ayam divaksinasi terlebih dahulu.

10. Tempat terbaik untuk menyimpan telur adalah di bagian pintu kulkas

Ternyata tidak disarankan untuk menyimpan telur di bagian pintu kulkas. Telur lebih baik disimpan pada suhu yang konsisten. Sedangkan pintu kulkas adalah tempat terhangat dan suhu selalu berubah di sana. Tempat terbaik untuk menyimpan telur ternyata di rak tengah.

Bikin Salah Kaprah, 13 Mitos Tentang Telur Ini Masih Banyak Dipercaya OrangFoto: iStock

11. Cara memasak telur tidak mempengaruhi nutrisi

Ternyata Anda perlu memasak telur yang benar untuk menghasilkan nutrisi yang baik. Misalnya dengan masak telur kocok yang dipanggang dalam oven pada suhu 179 derajat celcius, ternyata Anda akan kehilangan sekitar 45 persen vitamin D pada telur dalam waktu 40 menit. Dan telur yang digoreng dan direbus akan menghemat hampir 90 persen vitamin.

12. Putih telur bisa bikin kulit wajah lebih awet muda

Kini masker putih telur buatan rumah terlihat sangat populer. Karena masker ini dikenal dapat membuat kulit terlihat lebih halus dan membantu menghilangkan keriput.

Telur memang kaya protein, vitamin E, B, dan biotin yang dipercaya bagus untuk kuku, rambut, serta kulit. Tetapi, zat-zat ini akan terasa manfaatnya hanya dengan cara dimakan atau dikonsumsi, bukan untuk dijadikan masker.

13. Telur puyuh lebih bergizi daripada telur ayam biasa

Telur puyuh memang mengandung lebih banyak protein, vitamin, dan zat lainnya daripada telur ayam. Namun, perbedaannya tidak begitu signifikan. Untuk melihat efeknya, Anda harus mengonsumsi banyak telur puyuh secara teratur. Tetapi perlu dicatat bahwa telur puyuh mengandung bakteri salmonella.

Jadi tidak disarankan untuk dimakan mentah. Kandungan lemak telur puyuh juga lebih banyak dibandingkan dengan telur ayam.

Baca Juga: Tak Hanya Bergizi, Telur Puyuh Juga Enak Dimasak dengan Beragam Bumbu (lus/lus)