Ini Akibatnya Jika Sering Pakai Botol Minum Plastik dan Makan Makanan Kemasan

Dewi Anggraini - detikFood Kamis, 23 Mei 2019 19:10 WIB
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Empat kebiasaan buruk ini justru beri dampak negatif bagi tubuh. Mulai dari penggunaan botol minum plastik hingga konsumsi makanan kemasan.

Banyak hal yang bisa merusak tubuh. Salah satunya lewat makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Jika ingin tetap sehat, sebaiknya hindari 4 kebiasaan buruk ini.

Berikut 4 kebiasaan buruk yang biasa dilakukan orang hingga dampak serta cara mengatasinya versi World of Buzz (22/5).

1. Sering gunakan botol minum plastik

Ini Akibatnya Jika Sering Pakai Botol Minum Plastik dan Makan Makanan Kemasan Foto: iStock

Anda pasti sering mendengar bahwa penggunaan alat makan plastik terutama botol minum tidaklah baik bagi tubuh. Meski jadi perselisihan antar ilmuwan, sebuah tes yang dilakukan oleh Universitas Negeri New York menyatakan bahwa 93% sampel air kemasan terkontaminasi dengan mikroplastik.

Botol minum plastik yang terbuat dari Bisphenol A (BPA) juga bisa membahayakan tubuh dan menyebabkan berbagai hal. Mulai dari mengurangi tingkat kesuburan, pengaruhi perkembangan genital hingga meningkatkan risiko obesitas.

Kebiasaan buruk dari para pengguna botol plastik ialah sering tidak mencuci bersih botol minumnya. Hal ini menyebabkan penumpukan bakteri. Untuk itu, sebaiknya pilih botol plastik yang bebas BPA atau gunakan botol stainless steel bahkan gelas biasa. Anda juga wajib mencuci botol plastik secara teratur sampai bersih.

2. Aktivitas dalam ruangan yang padat

Ini Akibatnya Jika Sering Pakai Botol Minum Plastik dan Makan Makanan Kemasan Foto: Istimewa

Orang yang kerap berada di dalam kantor sehingga kurang terkena paparan sinar matahari justru sebabkan tubuh tidak dapat mengkalibrasi 'jam' tubuh. Hal ini sebabkan gangguan nafsu makan serta siklus tidur. Sebab sinar matahari bisa meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh. Untuk itu, pastikan Anda terkena paparan sinar matahari selama 45 menit di pagi hari.

Baca juga:Amankah Menyantap Makanan Panas di Mangkuk Plastik?

3. Kebanyakan makan makanan kemasan

Ini Akibatnya Jika Sering Pakai Botol Minum Plastik dan Makan Makanan Kemasan Foto: thinkstock

Makanan kemasan jadi solusi saat punya segudang aktivitas. Makanan yang dibungkus boks styrofoam sebenarnya hampir sama seperti makanan kemasan yang dijual di supermarket. Keduanya sama-sama mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Styrene (komponen polystyrene), bahan kimia berbahaya yang biasa digunakan untuk membungkus makanan bisa diklasifikasikan sebagai karsinogen.
Pembungkus makanan atau wadah yang memiliki lapisan kimia tahan-lemak memiliki senyawa-senyawa yang mengandung fluor yang bisa sebabkan ketidakseimbangan hormon, penurunan tingkat kesuburan, dan risiko kanker.

Makanan kemasan yang dijual di supermarket biasanya diisi dengan natrium, pengawet dan umumnya tinggi lemak trans, sehingga sebabkan tekanan darah tinggi hingga kerusakan hati.

Karenanya sebaiknya hindari makanan kemasan atau pengemasan makanan dengan styrofoam dan plastik. Lebih baik bawa wadah makan Anda sendiri jika ingin memakannya di kantor.

4. Konsumsi makanan tak sehat dan tinggi lemak

Ini Akibatnya Jika Sering Pakai Botol Minum Plastik dan Makan Makanan Kemasan Foto: Istock

Mengonsumsi makanan tak sehat dan tinggi lemak sebabkan penumpukan lemak di dalam hati (fatty liver). Efek yang sama juga bisa dirasakan jika kerap mengonsumsi alkohol. Berikut beberapa hal yang bisa sebabkan fatty liver. Mulai dari terlalu banyak konsumsi gula dan garam, tingginya asupan alkohol, banyak meminum soft drink, merokok, banyak makan makanan berlemak dan berminyak hingga minum terlalu banyak obat.

Pastikan Anda menghindari makanan dan kebiasaan di atas serta mengonsumsi suplemen yang terbukti secara klinis hingga membuat kondisi hati lebih sehat.

Baca juga:Agar Tetap Sehat, Makanan Berlemak Ini Justru Perlu Dikonsumsi (1) (dwa/odi)