Terfas, Jamur Truffle Putih yang Tumbuh di Gurun Libya

Milla Kurniaputri - detikFood Jumat, 17 Mei 2019 18:00 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Meski sulit mendapatkannya. Para pemburu jamur truffle tetap rela mencari truffle untuk dijual lagi karena harganya fantastis.

Menantang gurun Libya, Milad Mohammed menggeruk tanah untuk mendapatkan sesuatu yang dinamakan "manna from heaven", Ini merupakan jamur truffle yang tumbuh di bawah gurun pasir akibat cuaca hujan dan suhu dingin di malam hari.

Jamur truffle merupakan jenis jamur langka yang tumbuh di bawah tanah. Meskipun sejenis, namun truffle berbeda dengan jamur. Jamur dapat tumbuh dan dibudidayakan di ruang terbuka, sedangkan truffle hanya dapat tumbuh dalam kegelapan.

Terfas, Jamur Truffle Putih yang Tumbuh di Gurun LibyaFoto: Istimewa

Truffle putih memang telah dikonsumsi sejak zaman Romawi karena rasanya yang lembut serta bergizi, sehingga dikenal sebagai makanan mewah oleh negara-negara Teluk seperti Kuwait, Oman hingga UAE.

Baca Juga: Jamur Truffle Hitam Seberat 15 Kg Berhasil di Temukan di Australia

Milad Mohammed, seorang pensiunan pegawai negeri sipil berusia 60-an dari kota barat Zintan, rela mencari bahkan menggaruk tanah untuk membuktikan kelezatan jamur putih ini.

Mohammed berburu white truffle ini sebagai hobi. Setiap tahun sebelum musim semi ia melakukan perjalanan melewati gurun Hamada al-Hamra, barat daya Tripoli, untuk mencari truffle ini.

Dikutip dalam Star 2 (04/05), Mohammed berkeliaran melintasi padang pasir selama berjam-jam dengan berjalan kaki atau menggunakan mobil pick up, menempuh perjalanan puluhan kilometer. Kemudian berhenti beberapa kali untuk mengeruk pasir dengan tangan atau tongkatnya untuk mencari truffle putih, yang biasanya terkubur di bawah tanah.

Truffle putih secara ilmiah dikenal kaya akan sumber protein, serta memiliki manfaat kesehatan. Bahkan jus truffle ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit mata.

Namun Libya telah dicekam oleh kerusuhan sejak adanya pemberontakan dengan berbagai kelompok yang berlomba-lomba menguasai kekayaan minyak dan kota-kotanya. Sementara padang pasir telah menjadi sarang lebah bagi para pemberontak.

Tidak seperti pemburu truffle hitam yang memanfaatkan anjing atau babi untuk mencarinya. Milad hanya mempercayai matanya untuk menemukan tempat tumbuhnya truffle putih.

Tak heran selama beberapa tahun terakhir harga truffle putih naik tiga kali lipat menjadi $93 atau sekitar Rp. 1.4 juta per kilogram. Ketika panen, truffle putih menjadi lebih sulit ditemukan karena kerusuhan Libya dan kondisi cuaca yang tidak menguntungkan.

Tetapi tahun ini panennya bagus berkat hujan yang melimpah, maka menyebabkan biaya per kilo naik menjadi 80 dinar atau sekitar Rp. 3 juta.

Terfas, Jamur Truffle Putih yang Tumbuh di Gurun LibyaFoto: Istimewa

Setelah itu, truffle putih itu di jual ke pemilik tenda yang didirikan di jalan dekat Zintan yang mengarah ke Al-Hamada al-Hamra. Di sanalah para pemetik seperti Mohammed pergi untuk menjual truffle yang mereka temukan di padang pasir ke penjual di tenda tersebut.

"Kami merasakan cuaca yang sangat dingin ketika mencarinya, tetapi pedagang itu menawarkan kami harga yang lebih murah," kata Abdelwahed, ketika ia mencoba menegosiasikan harga delapan kilogram truffle yang ia kumpulkan setelah menghabiskan empat malam di padang pasir.

"Pedagang itu mendapat untung lebih banyak dari kita, sedangkan dia dengan mudahnya menjual di tenda yang hangat, tidak seperti kami yang mencarinya dengan melawan dingin", katanya.

Pembeli Khalifa al-Sahraoui, seorang pedagang dari tetangga Aljazair yang juga melakukan perjalanan ke Libya setiap tahun ketika musim truffle antara November dan Maret, tidak setuju. "Kami membeli truffle dan menjualnya ke pedagang lain," katanya.

Abdallah Miloud, pedagang truffle lain, mengatakan "Panen itu dijual kepada perantara. Truffle putih Libya memang berkualitas tinggi dan sangat dihargai di negara-negara Teluk", tambahnya.

Baca juga: Lagi, Pria Hong Kong Beli Jamur Truffle Putih Rp 1,4 Miliar! (lus/lus)