Minuman Bertema Pembalut dan Darah Menstruasi Ini Memicu Kontroversi

Milla Kurniaputri - detikFood Senin, 06 Mei 2019 19:22 WIB
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Jijik! Minuman terbaru ini dihiasi dengan pembalut wanita. Peluncurannya pertama kali di online memicu kontroversi.

Sebuah pub casual Jepang yang bernama Yuzu di Lakewood, Ohio memicu kemarahan netizen dikarenakan telah menjual minuman yang bertemakan menstruasi.

Minuman tersebut terbuat dari berry margarita, yang memiliki tampilan berwarna kemerahan dan anehnya dihiasi dengan pembalut wanita. Dikatakan hasil dari penjualan minuman ini, akan disumbangkan ke tempat perlindungan wanita.

Seperti yang telah dilansir dilaman Fox News (06/05/2019), minuman tersebut dipromosikan melalui akun facebook milik Yuzu, yang dilengkapi dengan caption "Ini adalah waktu dan bulan yang tepat untuk menu baru kami."
Minuman Bertema Pembalut dan Darah Menstruasi Ini Memicu KontroversiFoto: istimewa

Baca Juga: 5 Minuman Enak Ini Punya Nama yang Unik dan Nyeleneh

Setelah dibagikan melalui facebook, mayoritas netizen menanggapinya dengan komentar negatif. Salah satu netizen mengatakan, "Untuk apa kalian membeli ini dengan maksud ingin berdonasi ke tempat perlindungan wanita, bukankah mereka juga membutuhkan pembalut?", dan banyak netizen lain yang berkomentar tidak setuju.

Dengan hal ini, David Bumba selaku pemilik restoran berkomentar akan respon dari netizen tersebut sebagai hal lumrah dan dapat dimengerti. "Kami memahami konsep kami ini adalah topik yang bisa diperdebatkan, tetapi maksud saya disini hanya ingin meningkatkan kesadaran dan kebersamaan terutama untuk membantu mereka yang membutuhkan," tuturnya.
Minuman Bertema Pembalut dan Darah Menstruasi Ini Memicu KontroversiFoto: istimewa

Ia menjelaskan bahwa minuman tersebut dibuat oleh salah satu pekerjanya untuk meningkatkan dana ke tempat perlindungan wanita, yaitu Pusat Kekerasan Dalam Rumah Tangga & Advokasi Anak.

Maka dari itu, Sarah Krueger selaku pencipta minuman tersebut menyebut bahwa opsi hiasan pembalut tersebut bisa saja tidak menjadi pilihan untuk dipesan. "Kita memutuskan, apabila pembeli tidak menginginkan pembalut asli menghiasi minumannya, mereka bisa mengatakan. Kita hanya ingin minumannya," kata Sarah Krueger selaku pencipta minuman tersebut.

Baca Juga: Dijamin Kenyang Ini 5 Destinasi Wisata Jepang Khusus Pecinta Kuliner


Minuman Bertema Pembalut dan Darah Menstruasi Ini Memicu Kontroversi
(dvs/odi)