Konsumsi Tiram Mentah Jadi Pengobatan Alternatif Depresi

Dewi Anggraini - detikFood Kamis, 04 Apr 2019 18:40 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Tak hanya obat-obatan, dokter jiwa ini juga menganjurkan pasien gangguan kecemasan dan depresi untuk makan tiram mentah. Begini penjelasannya.

Dikutip dari Delish (2/4), ahli gizi sekaligus dokter jiwa asal Amerika Serikat, Dr. Drew Ramsey M.D meresepkan pasien gangguan kecemasan dan depresi untuk mengonsumsi tiram mentah sebagai pengobatan alternatif.

Tentu anjuran itu bukan tanpa alasan. Menurut penulis beberapa buku kesehatan mental itu, seafood populer tersebut bisa meningkatkan kesehatan mental.

Konsumsi Tiram Mentah Jadi Pengobatan Alternatif DepresiFoto: Istimewa

Menurut Dr. Ramsey makanan yang kaya akan vitamin B12 bisa mengurangi penyusutan otak. Ia juga mencatat hubungan antara defisiensi asam lemak omega-3 dan depresi seperti dilaporkan Delish yang dikutip dari New York Times.

Baca juga: Konsumsi 5 Porsi Buah dan Sayuran Setiap Hari Bisa Atasi Depresi

Mengingat tingginya kandungan asam lemak tak jenuh ganda para tiram, konsumsi tiram dinilai bisa kurangi gejala depresi. Tentunya ini jadi metode perawatan yang pasti disukai oleh para pasiennya.

Saking lezatnya tiram mentah, salah seorang pasiennya bahkan mengaku melahap sebanyak tiga lusin tiram mentah selama sepekan. Alasannya tentu sebagai metode pengobatannya. "Anda satu-satunya orang yang saya resepkan makan tiram dan datang kembali dan bilang makan 36!," jelas Ramsey pada seorang pria berusia 48 tahun yang menderita depresi ringan dan gangguan kecemasan.

Konsumsi Tiram Mentah Jadi Pengobatan Alternatif DepresiFoto: Istimewa

Dr. Ramsey memang yakin adanya kaitan antara makanan dan kesehatan mental. Bahkan, psikiater itu sudah menerbitkan sejumlah buku yang mengeksplorasi hubungan antara suasana hati dan makanan.

Buku berjudul 'Eat Complete', 'Fifty Shades of Kale', dan 'The Happiness Diet' jadi sederet buku yang ditulis Dr. Ramsey. Dokter lulusan American Board of Psychiatry and Neurology itu juga mengklaim bahwa pola makan yang buruk bisa sebabkan depresi.

Meskipun makanan dapat memengaruhi gejala depresi, Dr. Ramsey tidak mengganti semua obat-obatan yang ada dengan makanan. Ia sering memasangkan antidepresan, terapi, dan konseling lebih lanjut berbarengan dengan saran diet.

Sang pasien yang dikabarkan melahap sebanyak 36 tiram mentah menuturkan bahwa dirinya merasa lebih baik usai mengikuti saran Dr. Ramsey. "Ini jadi satu bagian dari keseluruhan paket yang bisa membantu saya mengurangi depresi dan membantu saya merasa lebih baik," jelasnya pada New York Times (28/3).

Pasien itu juga menuturkan bahwa ia mengikuti pola makan yang hanya melahap daging rendah lemak, makanan olahan, dan gorengan dalam jumlah sedikit.

Baca juga: Konsumsi Buah dan Sayuran 8 Porsi Sehari Bisa Cegah Depresi, Benarkah? (dwa/odi)