Ini Keistimewaan Durian Serendet Khas Kampung Benteng Ciamis yang Jadi Buruan

Dadang Hermansyah - detikFood Senin, 25 Feb 2019 15:20 WIB
Foto: dok. detikFood/Dadang Hermansyah Foto: dok. detikFood/Dadang Hermansyah
Ciamis - Bukan hanya daerah Jawa Tengah yang kaya akan durian unggulan, Ciamis di Jabar juga punya. Durian yang istimewa ini jadi buruan penggemar durian.

Setiap musim durian, kampung di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini banyak didatangi warga dari luar daerah. Tepatnya di Kelurahan Benteng, yang dikenal juga sebagai kampung durian dari Ciamis. Mereka sengaja datang untuk berburu Durian Serendet atau Durian Benteng yang jadi primadona para pencinta durian.

Baca Juga: Perkenalkan! Ini 'Gajah Mada,' si Raja Durian Baru 2019 dari Purworejo
Ini Keistimewaan Durian Serendet Khas Kampung Benteng Ciamis yang Jadi BuruanFoto: dok. detikFood/Dadang Hermansyah
Terlilhat, di sepanjang jalan kampung atau Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Benteng ini banyak berjejer warung penjual durian. Pemandangan ini terjadi setiap setahun sekali dengan rentang waktu sekitar tiga bulan.

Kampung ini memiliki durian lokal khas yang jadi primadona yakni Durian Serendet. Memang dari ukurannya, durian benteng ini lebih kecil ketimbang jenis durian yang banyak beredar di Indonesia. Namun soal rasa, durian Benteng bisa diadu, meski kecil tapi berisi dan padat.

Rasa dan aromanya akan memberi sensasi berbeda ketika telah mencoba menikmatinya. Legit manis kuat dan dagingnya tebal. Sehingga setiap orang telah mencicipi durian ini akan ketagihan.
Ini Keistimewaan Durian Serendet Khas Kampung Benteng Ciamis yang Jadi BuruanFoto: dok. detikFood/Dadang Hermansyah
"Pembeli yang kesini itu banyak yang ingin mencicipi durian serendet. Kecil tapi mantap," ujar Abah Ahmad salah seorang penjual durian di kawasan Benteng, Ciamis, Jawa Barat, Senin (25/2/2019).

Harga durian serendet ini cukup murah. Durian yang ukurannya kecil berkisar antara Rp 30 ribu atau Rp 100 ribu untuk tiga buah. Sementara yang ukuran besar, harganya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu. Tapi ada juga yang harganya sampai Rp 100 ribu - Rp 150 ribu per butir.

Ahmad mengaku sudah berjualan durian sejak tahun 80 an lalu. Durian yang dijualnya hanya lokal, terutama Durian Serendet asli dipetik langsung dari pohonnya di Benteng. Ia memiliki sekitar 50 pohon di belakang rumahnya. Menurutnya, banyak warga Benteng memiliki pohon durian yang setiap tahun berbuah, jumlahnya sekitar 500 lebih pohon durian.
Ini Keistimewaan Durian Serendet Khas Kampung Benteng Ciamis yang Jadi BuruanFoto: dok. detikFood/Dadang Hermansyah
Sementara itu, penjual durian lainnya, Hendi Suhendi (48) menuturkan hampir setiap warga di Benteng memiliki pohon durian terutama di wilayah Bangunsari, Cimandala. Saat panen ada yang dijual sendiri atau dijual kepada pengepul.

Konsumen atau pencinta durian dari berbagai daerah biasanya datang langsung ke Benteng. Seperti dari Tasikmalaya, Panjalu, Garut hingga Bandung. Bahkan ada juga yang minta dikirim seperti ke Bekasi dan Jakarta.

"Sehari rata-rata habis 200 butir, kalau Sabtu atau Minggu bisa sampai 700 butir. Yang dibeli biasanya yang harganya Rp 50 ribu - Rp 60 ribu. Alhamdulillah Durian asli Benteng sudah dikenal, yang datang ke sini kebanyakan nanya Durian Serendet terlebih dulu. Meski ada juga durian lokal lainnya," tutur Hendi.

Menurut Hendi, Durian Serendet ini tergolong masih terbatas dan hanya memenuhi pasar lokal saja. Sehingga bagi yang ingin menikmati durian khas Ciamis ini bisa datang langsung ke Benteng.
Ini Keistimewaan Durian Serendet Khas Kampung Benteng Ciamis yang Jadi BuruanFoto: dok. detikFood/Dadang Hermansyah
Salah seorang pembeli asal Tasikmalaya, Yanti (40), mengaku sengaja datang ke Benteng untuk memborong Durian Serendet. Ia mengaku membeli 16 butir untuk dikonsumsi dan dibagikan kepada keluarganya.

"Memang ukurannya kecil tapi berisi, rasanya khas, manis, legit, enak, tebal. Saya tahu dari teman jadi setiap musim durian pasti saya kesini," ujar Yanti saat ditemui sedang mencicipi durian.

Baca Juga: Serunya Pesta Seribu Durian Polobogo di Lereng Merbabu

(sob/odi)