Tren Bisnis Kuliner

Belajar dari Tukang Pisang Hingga Kini Punya 61 cabang Sang Pisang

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 14 Jan 2019 17:19 WIB
Foto: Dok. detikFood Foto: Dok. detikFood
Jakarta - Menjalankan usaha kuliner bersama Kaesang Pangarep, Ansari Kadir bercerita saat mengawali usaha Sang Pisang. Dari hanya 4 kini sudah 61 cabang.

Keduanya sudah menjalin kerja sama setahun yang lalu. Sebelum berubah menjadi nama Sang Pisang, awal mula usaha pisang ini bernama Lapis Kremes. "Awal pertama kali bisnis kita memang nggak langsung sebanyak ini, butuh perjuangan dalam arti, kita harus bergaul ke tukang pisang, survei, research dan development beberapa produk selama berbulan-bulan," tutur Ansari Kadir, Co Founder Sang Pisang kepada detikFood (11/01).

Baca juga: Ini Produk Baru 'Sang Pisang' yang Bakal Dirilis Kaesang Pangarep

Belajar dari Tukang Pisang Hingga Kini Punya 61 cabang Sang PisangAnsari Kadir, Co Founder Sang Pisang. Foto: Dok. detikFood

Mengaku sempat gagal, namun keduanya sama-sama memiliki keinginan untuk membuat produk unik yang punya nilai jual. Kenapa memilih pisang? Menurut sahabat Kaesang ini, pisang memiliki arah pasar yang lebih luas. "Dari anak kecil hingga dewasa semuanya bisa konsumsi pisang. Tantangannya adalah bagaimana pisang bisa berinovasi, selain enak dimakan tapi juga difoto. Sekarang kan fenomenanya apa-apa harus sosial media," jelasnya.

Sudah memiliki 61 cabang, memang tidak semua cabang franchise. "Untuk wilayah Jabodetabek hampir 80 persen punya kita sendiri atau yang disebut dengan ATPM (agen tunggal pegang merek)," tambah Arie.

Bukan seperti franchise biasa, Arie menyebut Sang Pisang ini bukan franchise tetapi partnership. "Sedikit berbeda dengan franchise zaman old, franchise zaman now ini kita melakukan penunjukkan ke satu orang. Setiap kota itu hanya boleh dipegang satu orang agar brand kita bisa long lasting. Nggak cuma setahun, tapi 5 hingga 10 atau bahkan 20 tahun," ujarnya.

Belajar dari Tukang Pisang Hingga Kini Punya 61 cabang Sang PisangNugget pisang rasa cream cheese. Foto: Dok. detikFood

Dengan cara ini diharapkan lebih mudah untuk mengevaluasi sehingga dapat memaksimalkan waktu mulai dari pengiriman barang, memaksimalkan profit serta meminimalisir terjadinya risiko outlet tutup.

Baca juga: Setiap Bulan Kaesang Pangarep Buka 2 Gerai Sang Pisang

"Rata-rata franchisee dapat balik modal 6 sampai 8 bulan atau paling lama setahun," pungkas Arie.

Belajar dari Tukang Pisang Hingga Kini Punya 61 cabang Sang PisangNugget pisang bertopping strawberry. Foto: Dok. detikFood

Syarat untuk menjadi franchisee Sang Pisang juga tak sulit. Cukup siapkan tempat dan juga niat. Arie mengatakan untuk menjadi franchisee dibutuhkan keseriusan dalam membangun brand dan menjaga nama baik brand.

Arie juga memberikan tips untuk anak muda agar tak ragu memulai bisnis. Anak muda dituntut untuk kreatif dan inovatif. Tanpa adanya inovasi, kreatifitas nggak ada artinya. Misalnya Sang Pisang yang setiap 2 bulan sekali ganti menu, ini adalah bukti invonasi kita.

Belajar dari Tukang Pisang Hingga Kini Punya 61 cabang Sang PisangBanana roll dengan paduan tiramisu. Foto: Dok. detikFood


"Saat kalian memulai dan gagal, harus coba lagi. Prinsipnya kalau kita salah harus diperbaiki, kalau kita gagal harus coba lagi. Jangan menyerah, semua dimulai dari nol (zero to hero). Pada dasarnya kalau mau berbisnis ya dilakukan jangan dipikirin. Perencanaan, eksekusi, evaluasi dan yang paling penting adalah kerjasama tim," pesan Arie kepada anak-anak muda.

Baca juga: Ini Topping Nugget Pisang yang Khusus Dibuat Kaesang untuk Warga Pontianak


(lus/odi)