Ini 5 Kegagalan Masak yang Paling Sering Dialami Pemula

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Senin, 10 Des 2018 08:04 WIB
Foto: Memasak bersama Foto: Memasak bersama
Jakarta - Banyak hal sepele yang justru luput dari perhatian pemula saat memasak. Karenanya mereka sering alami sup hambar hingga ikan goreng hancur.

Memasak merupakan ketrampilan yang harus diasah tiap hari. Dengan latihan dan kegagalan Anda justru akan makin mahir. Jika Anda masih tergolong pemula yang baru belajar memasak jangan takut jika masakan kurang sukses.

Berikut ini 5 kegagalan memasak yang sering dialami pemula dan cara mengatasinya.


Ini 5 Kegagalan Masak yang Paling Sering Dialami PemulaFoto: iStock/detikfood
1. Sup hambar

Sup yang kurang gurih dan aromanya kurang harum sering terjadi. Meskipun sudah memakai bumbu dan direbus lama. Bahkan ada yang menambahkan kaldu bubuk atau instan.

Rasa gurih sup berasal dari lemak daging atau ayam yang digunakan. Tetapi jika terlalu banyak lemak sup jadi terlalu gurih. Untuk mengangkat rasa gurih pada sup, gunakan mentega atau butter bukan margarin untuk menumis bumbu sup yaitu bawang bombay atau bawang merah dan bawang putih. Selain aromanya jadi harum rasa gurihnya juga makin kuat.

Ini 5 Kegagalan Masak yang Paling Sering Dialami PemulaFoto: iStock

2. Ikan goreng hancur

Ikan gosong sebelah atau hancur karena lengket di wajan paling sering terjadi. Ikan sering dibalik-balik saat digoreng untuk mengecek kematangannya dan minyaknya terlalu sedikit sehingga tidak bisa matang dan kering merata.

Sebenarnya tak sulit menggoreng ikan. Panaskan minyak banyak dalam wajan. Jangan pelit minyak. Setelah minyak panas, masukkan ikan. Ikan harus terendam 'berenang' dalam minyak. Jadi tak perlu dibalik-balik, ikan akan matang dan kering seluruh bagian. Tinggal diangkat dan ditiriskan.


Ini 5 Kegagalan Masak yang Paling Sering Dialami PemulaFoto: detikfood

3. Tunis sayuran warnanya kecokelatan

Menumis sayuran terlihat mudah tetapi sebenarnya justru perlu ekstra perhatian. Mungkin And pernah mendapati tumis kacang panjang atau kangkung yang Anda buat rasanya alot dan warnanya kecokelatan kurang menarik. Tidak renyah kehijauan seperti buatan restoran.

Api yag kurang besar dan penambahan air membuat sayuran seperti direbus dalam waktu lama. Padahal sebenarnya menumis adalah memasak sayuran dengan cepat dalam suhu tinggi.

Karenanya saat menumis, gunakan api besar saat sayuran sudah dimasukkan dalam wajan. Aduk cepat hingga sayuran kehijauan. Agar mempercepat wajan bisa ditutup. Jangan menambahkan air karena sayuran akan mengeluarkan jus atau cairannya saat terkena suhu tinggi. Setelah layu angkat segera dan sajikan saat masih hangat.

Ini 5 Kegagalan Masak yang Paling Sering Dialami PemulaFoto: Dok. detikFood

4. Gorengan basah tengahnya
Membuat gorengan bakwan sayuran dan jagung atau tempe terlihat mudah. Tetapi saat sudah matang gorengan jadi lemvel dan tidak renyah lagi. Apa yang salah dalam pembuatannya?

Bakwan yang lembek karena adonan tepung yang terlalu banyak. Apalagi jika ditambahkan telur. Telur akan membuat adonan jadi lembek karena kandungan lemaknya. Sebaiknya jangan gubakan telur.

Aduklah adonan dengan sayuran dengan perbandingan yang pas. Sebaiknya adonan jangan terlalu encer karena sayuran mengandung air. Sayuran cukup terlapisi tipis-tipis dengan adonan tepung. Gorenglah adonan dalam minyak banyak hingga benar-benar terendam minyak dan kering hingga bagian dalamnya. Setelah kering merata angkat dan tiriskan.


Ini 5 Kegagalan Masak yang Paling Sering Dialami PemulaFoto: Istimewa

5. Sayur asam kirang kecut

Sayur asam dianggap paling mudah dan sederhana. Nyatanya tak semua pemula bisa membuat sayur asam yang enak dengan rasa asam pedas seimbang. Rasa asam sayur asam umumnya didapat dari asam Jawa muda yang direbus atau asam Jawa yang diremas dengan air hangat. Bisa saja rasa asamnya kurang tajam karena pemakaian asam yang kurang.

Lalu bagaimana cara menambahkan rasa asam yang kecut? Anda bisa tambahkan beberapa buah belimbing sayur, atau 1-2. Sdmair jeruk lemon atau jeruk nipis. Sebaiknya pilih rasa asam yang alami.

(odi/odi)