Pencinta Seafood Harus Cicip Kepiting Berbulu dari Shanghai Ini

Devi Setya - detikFood Jumat, 19 Okt 2018 19:05 WIB
Foto: Istock Foto: Istock
Jakarta - Kalau bertandang ke Shanghai dalam waktu dekat ini jangan lewatkan kepiting berbulu. September hingga Oktober ini adalah puncak panennya.

Banyak jenis kepiting yang ada di dunia tapi Shanghai punya salah satu jenis kepiting yang unik. Sebutannya hairy crab atau kepiting berbulu. Ya, sesuai dengan namanya, kepiting ini memang memiliki bulu alami di beberapa bagian kakinya.

Selain unik karena bulu halusnya, kepiting ini juga punya rasa yang enak dan khas. Kepiting berbulu banyak dibudidaya di Shanghai lewat tambak-tambak buatan. Dan sepanjang September hingga Oktober adalah puncak panen kepiting berbulu.
Pencinta Seafood Harus Cicip Kepiting Berbulu dari Shanghai IniFoto: Istock
Baca juga : Ini Tiga Cara Memilih Kepiting Segar Agar Jadi Sajian Enak

Saking banyaknya, kepiting berbulu ini bisa dijumpai di pasar dengan mudah. Saat Musim panen juga hampir setiap restoran dan tempat makan menyajikan menu berbahan kepiting berbulu.

Pusat budidaya kepiting ini ada di kawasan Danau Yangcheng di provinsi Jiangsu China. Di sini mayoritas penduduk bekerja sebagai petani kepiting. Dalam setahun setidaknya ada lebih dari 60 ribu ekor kepiting yang dihasilkan.

Kepiting ini punya daging yang tebal dan gurih jadi tidak perlu diolah dengan banyak bumbu. Orang Shanghai bahkan biasa memasaknya hanya dengan cara dikukus. "Bumbu tambahan hanya akan merusak rasa enaknya," kata orang Shanghai.
Pencinta Seafood Harus Cicip Kepiting Berbulu dari Shanghai IniFoto: Istock
Setelah dikukus, kepiting ini biasa dinikmati dengan saus cuka beras, gula dan jahe. Bumbu ini dijadikan cocolan untuk makan daging kepiting. Ini adalah bumbu tradisional dan sudah dinikmati secara turun temurun.

Cangkang kepiting berbulu ini memiliki tekstur yang empuk jadi mudah dikupas. Cara menyantapnya adalah dengan mengupas dulu cangkangnya lalu menyantap dagingnya yang empuk dan lembut.

Bukan hanya enak, kepiting berbulu ini juga bisa jadi obat bagi masyarakat Shanghai. Biasanya orang makan kepiting ini sambil minum anggur kuning, berbeda dengan white wine atau red wine. Gaya makan ini dikenal dengan sebutan Shaoxing Huangjiu.
Pencinta Seafood Harus Cicip Kepiting Berbulu dari Shanghai IniFoto: Istock
Baca juga : Dijamin Ketagihan! 10 Hidangan Kepiting Berlumur Saus Gurih di Tempat Ini

Anggur kuning adalah minuman beralkohol tradisional yang sudah dinikmati selama berabad-abad. Karakter rasanya ringan jadi cocok dipadukan sebagai selingan kepiting kukus. Paduan ini juga bisa jadi obat tradisional China.

Pengobatan Cina sangat penting dalam menyeimbangkan energi panas dan dingin - Yin dan Yang. Kepiting berbulu dianggap sebagai yin, dan anggur kuning sebagai unsur Yang. Saat menikmati makanan dan minuman ini maka Anda dijamin tidak akan mengalami masalah kesehatan, berapapun jumlah kepiting yang disantap.

Meskipun cara tradisionalnya hanya dikukus saja tapi banyak restoran yang berusaha membuat hidangan kepiting lebih kaya rasa dan kreatif. Misalnya dibuat isian dim sum, ditumis dengan bumbu oriental atau dimasak dengan bumbu lainnya. (dvs/odi)