Mahasiswa Ini Tewas karena Makan Mie Instan Tiap Malam!

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 17 Okt 2018 17:30 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Pilih makanan praktis dan murah meriah, mahasiswa ini makan mie instan tiap malam. Tapi naas, ia meninggal diduga karena kebiasaannya.

Dilaporkan World of Buzz (17/10), mahasiswa berusia 18 tahun tersebut berasal dari Taiwan. Ia baru saja meninggal akibat kanker perut yang dideritanya.

Usut punya usut, kanker perut tersebut dipicu kebiasaan makannya yang tidak sehat. Ia melahap mie instan tiap hari sejak duduk di bangku SMA.

Mahasiswa Ini Tewas karena Makan Mie Instan Tiap Malam!Foto: iStock

Baca Juga: Mie Instan Boleh Dimakan Tiap Hari? Ini Saran Ahli Gizi

Usai lulus dan berhasil masuk kuliah, remaja pria tersebut mulai alami gangguan kesehatan. Gejalanya antara lain perut kembung, mual dan nyeri perut. Keluarganya khawatir karena kondisi kesehatan remaja ini tidak membaik.

Pihak keluarga kemudian membawa sang remaja ke rumah sakit. Hasil diagnosis menunjukkan remaja ini ternyata berada di tingkat akhir kanker perut.

Hanya sedikit harapan ia bertahan hidup karena kanker sudah menyebar ke organ tubuhnya yang lain. Setelah lebih dari setahun melawan kanker, remaja ini akhirnya meninggal.

Mahasiswa Ini Tewas karena Makan Mie Instan Tiap Malam!Foto: iStock

Ahli Onkologi, Dr Gan di rumah sakit mengatakan masyarakat harus mulai mengurangi konsumsi sosis, daging asap dan mie instan untuk menghindari risiko alami kanker.

Sementara itu Dr Lau menjelaskan, pasien kanker perut biasanya hanya menunjukkan sedikit gejala di tahap-tahap awal. Mereka mungkin salah didiagnosis dengan gastritis. Inilah sebabnya 80% pasien baru diketahui alami kanker perut saat sudah di tahap akhir.

Soal gejala kanker perut, American Cancer Society menyebutkan beberapa di antaranya. Mulai dari nafsu makan yang berkurang, penurunan berat badan, nyeri perut, dada terasa terbakar, mual dan muntah.

Baca Juga: Wanita Lebih Alami Resiko Kesehatan Jika Makan Mie Instan Dibanding Pria

(adr/odi)