ADVERTISEMENT

Gurih Alami Soto Kuali Pak Di yang Jadi Klangenan Pak Harto

Erwin Dariyanto - detikFood
Jumat, 14 Sep 2018 12:44 WIB
Foto: dok.detikFood
Solo - Mendiang Presiden ke-2 RI Soeharto ternyata punya langganan Soto Kuali di Solo, Jawa Tengah. Soto kuali ini tak dijajakan di rumah makan tetapi di kaki lima Gurih nikmat!

Soto kuali ini dijajakan oleh Walito Diharjo (67) yang akrab disapa Pak Di. Ia mangkal di sebelah barat GOR Manahan atau tepatnya di sebelah timur pintu masuk Asrama Polisi Manahan. Awalnya Pak Di berjualan soto kuali keliling pada 1981 di sekitar Manahan dan Kalitan, Solo.

Baca Juga: Pulang ke Solo, Presiden Jokowi Ajak Keluarga Makan Soto Gading
Gurih Alami Soto Kuali Pak Di yang Jadi Klangenan Pak HartoFoto: dok.detikFood

Pada 1991 keluarga Presiden Soeharto mengundang sejumlah pedagang kaki lima ke Ndalem Kalitan. Tujuh pedagang soto diseleksi. Pak Di menjadi peserta yang diseleksi paling akhir. Namun justru dia yang beruntung karena dinyatakan layak menjadi menu keluarga Pak Harto dan tetamunya saat di Solo.

"Di tes kebersihan, kesehatan dan soto saya lulus," kata pak Di saat berbincang dengan detikcom di Ndalem Kalitan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/9/2018).

Sejak itu setiap keluarga Pak Harto ke Solo, Soto Kuali Pak Di selalu diboyong ke Ndalem Kalitan. Saking seringnya dipanggil keluarga Pak Harto, Pak Di sampai menyimpan tiga pikulan Soto Kualinya di Ndalem Kalitan.
Gurih Alami Soto Kuali Pak Di yang Jadi Klangenan Pak HartoFoto: dok.detikFood

Namun sejak 1998, Presiden Soeharto lengser. Pak Di jarang dipanggil ke Ndalem Kalitan lantaran keluarga mendiang penguasa Orde Baru itu hampir tak pernah mengadakan acara di sana. "Pikulan soto diminta diambil, karena situasi ketika itu agak gawat," kenang pak Di.

Pak Di kemudian diberi lahan untuk jualan di sebelah timur pintu masuk Asrama Polisi Manahan menggunakan gerobak. Sejak tahun 2000, pesanan dari Ndalem Kalitan kembali datang meski tak lagi sering.

Pada Kamis kemarin, Pak Di diundang ke Ndalem Kalitan oleh Siti Hardijanti Indra Rukmana alias Mbak Tutut. Soto Kuali Pak Di disuguhkan untuk menu makan malam dan sarapan pagi rombongan Mbak Tutut yang tengah ziarah ke makam Pak Harto dan Mangkunegoro I atau dikenal dengan Pangeran Samber Nyowo.

Lalu, apa istimewanya Soto Kuali Pak Di?

Soto kuali Pak Di dimasak menggunakan kayu bakar, bukan kompor gas. Kalau diundang ke gedung, kayu bakar diganti menggunakan arang. Meski menggunakan kayu bakar, bapak dua anak ini tak kelihatan kerepotan saat harus memanaskan soto. Ini lantaran tungku atau luweng terbuat dari campuran batu bara.

"Ini tungkunya dari batubara didatangkan dari Kalimantan, sehingga panasnya awet. Dan bisa menggunakan kayu apa saja," kata Pak Di.

Dengan menggunakan kayu bakar atau arang, aroma sedapnya Soto Kuali Pak Di begitu menyerbak dan menggoda. Pak Di pun berbagi resep.
Gurih Alami Soto Kuali Pak Di yang Jadi Klangenan Pak HartoFoto: dok.detikFood

Soto Kuali Pak Di terdiri dari suwiran daging sapi ditaburi tauge, potongan daun seledri dan bawang goreng bagi yang suka. Bumbu kuah soto berupa racikan serai, lengkuas, jahe, daun salam, jeruk purut, kemiri, lada dan garam. Tak lupa ditambahkan air rebusan daging yang diberi tempe semangit (tempe hampir busuk) untuk penyedap.

"Semua alami, bening kuahnya," kata Pak Di sambil mengangkat kuah soto dan dituangkan ke mangkok.

Nah untuk melengkapi kenikmatan menyantap soto, Pak Di menyediakan krupuk, tahu dan tempe goreng, sate telur dan peyek. Dan nyam..nyam. kuah gurih sotonya terasa nikmat alami.

Baca Juga: Kalau ke Solo, Enaknya Jajan Soto Ayam yang Murah Sedap di 5 Tempat Ini (sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT