Perangkat Canggih Ini, Bisa Deteksi Tingkat Obesitas dari Luar Angkasa

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 06 Sep 2018 18:40 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Perangkat lunak ini dapat mendeteksi tingkat obesitas dari luar angkasa. Melalui prediksi berdasarkan taman, gerai restoran cepat saji, dan bangunan lainnya.

Para ilmuwan dari Universitas Washinton Seattle, Amerika, baru saja menciptakan Artificial Intelligence (AI). Sistem kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi obesitas dari luar angkasa. Perangkat ini akan memindai gambar dari satelit, dan memprediksi berapa banyak penduduk yang kelebihan berat badan.

Baca Juga: Makan Terlalu Cepat, Bisa Berisiko Sebabkan Diabetes dan Obesitas
Perangkat Canggih Ini, Bisa Deteksi Tingkat Obesitas dari Luar AngkasaFoto: Istimewa
Dilansir Daily Mail UK (03/09), AI akan meninjau berapa banyak taman, gerai cepat saji, serta bangunan lainnya yang berada di satu wilayah. Para ilmuwan kemudian menggunakan hasil gambar ini, untuk mengidentifikasi pola.

Mereka menguji penemuan AI ini untuk memindai enam kota di Amerika, seperti kota Bellevue, Seattle, Tacoma, Los Angeles, Memphis, dan San Antonio.

Hasilnya menunjukkan bahwa fitur lingkungan memiliki andil, dalam peningkatan obesitas sebesar 64,8% dari setiap kota.
Perangkat Canggih Ini, Bisa Deteksi Tingkat Obesitas dari Luar AngkasaFoto: Istimewa
Tingkat obesitas ternyata turut dipengaruhi oleh karakteristik bangunan di lingkungan sekitar. Mereka juga membandingkan data dari Centres for Disease Control dan proyek Prevention's 500 Cities.

Setelah membandingkan data obesitas dari dua sumber tersebut, hasilnya 73.3% akurat seperti hasil deteksi dari sistem AI.

Para ilmuwan ini menemukan bahwa 19.8% penduduk di kota Bellevue mengalami obesitas. Sementara di Tacoma tingkatnya mencapai 30.8%, disusul Los Angeles yang memiliki tingkat obesitas paling tinggi, sebesar 36.3%.
Perangkat Canggih Ini, Bisa Deteksi Tingkat Obesitas dari Luar AngkasaFoto: Istimewa
Kota Los Angeles sendiri, merupakan kota besar yang memiliki ratusan gerai makanan cepat saji, kafe, restoran, tempat hiburan, hotel, dan gedung lainnya. Sehingga tidak heran, kota ini memiliki tingkat penduduk dengan obesitas tertinggi, di antara 6 kota lainnya.

"Memahami hubungan antara fitur khusus dari bangunan yang ada di lingungan, dengan tingkat obesitas dapat menyebabkan perubahan struktural. Sehingga bisa mendorong aktivitas fisik, dan menurunkan risiko obesitas," tulis Adyasha Maharana, selaku ketua dari penelitian ini.

Baca Juga: Ini Sebabnya Mengapa Tingkat Obesitas di Italia Lebih Rendah Daripada Amerika

(sob/odi)