Ini Sebabnya Mengapa Tingkat Obesitas di Italia Lebih Rendah Daripada Amerika

Sonia Permata - detikFood Jumat, 02 Des 2016 16:35 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Pola makan orang Italia disebut membuat tubuh mereka lebih langsing dari orang Amerika. Benarkan demikian?

Italia terkenal dengan sajiannya dalam porsi besar, seperti pasta, roti, pizza dan makanan lainnya. Namun, orang Italia disinyalir jauh lebih sehat dari orang Amerika yang memiliki tingkat obesitas cukup tinggi.

Dikutip dari thedailymeal.com (01/12/16), menurut WHO, sekitar 22% persen orang di Italia alami obesitas. Meskipun terlihat besar, angka tersebut lebih kecil dibandingkan tingkat obesitas di Amerika yang mencapai 33%. Italia bahkan memiliki indeks penderita obesitas yang lebih rendah dari Inggris yang memiliki angka 26% dan Prancis tingkay obesitas mencapai 23.8%.

Ini Sebabnya Mengapa Tingkat Obesitas di Italia Lebih Rendah Daripada AmerikaFoto: iStock
Lantas mengapa Italia menjadi negara dengan indeks penderita obesitas terendah di wilayah Eropa Barat? Hal ini berhubungan erat dengan pola makan mediterania yang menjadi bagian hidup orang Italia.

Valentina Cecconi, kepala ahli gizi Buitoni Pasta, sebuah produsen makanan Italia di Tuscany, Italia, menjelaskan mengapa orang-orang Italia jauh lebih sehat.

Ini Sebabnya Mengapa Tingkat Obesitas di Italia Lebih Rendah Daripada AmerikaFoto: iStock
Pemilihan makanan orang Italia sangat berbeda dengan orang Amerika. Di Italia kesadaran akan kesehatan lebih tinggi. Sementara di negara barat, orang lebih sering mengadaptasi gaya diet dengan makanan tinggi protein namun rendah karbohidrat, seperti diet paleo dan diet Raw30.

Orang Italia makan pasta setiap hari dan mendapatkan banyak energi dari karbohidrat kompleks seperti roti dan pasta. Dalam diet sehat, Cecconi menunjukkan, bahwa hanya sedikit kalori yang masuk dari konsumsi pasta dan roti.

Sementara itu lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan ikan mengisi sisanya sebesar 30%. Dan asupan lainnya, bisa diambil dari konsumsi daging atau keju dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Ini Sebabnya Mengapa Tingkat Obesitas di Italia Lebih Rendah Daripada AmerikaFoto: iStock
"Glukosa adalah sumber utama energi bagi otot, jaringan dan otak kita," jelas Cecconi.

"Diet tinggi protein memiliki asupan karbohidrat lebih rendah, yang berarti tingkat glukosa dalam aliran darah menjadi rendah. Ketika sedang diet orang ingin membakar lemak. Jika menggunakan program diet protein tinggi, diet rendah karbohidrat, tentu akan mengalami penurunan berat badan. Akan tetapi untuk menjaga berat badan tetap ideal, disarankan untuk mengadaptasi diet mediterania secara rutin agar mengimbangi sistem metabolisme tubuh," tutup Cecconi. (ani/odi)