Sering 'Sold Out,' Irvins Salted Egg Dibuat dalam Jumlah Terbatas Tiap Hari

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 09 Mei 2018 11:00 WIB
Foto: detikFood Foto: detikFood
Singapura - Keripik telur asin Irvins dari Singapura sering kali habis stok atau sold out. Rupanya produsen membatasi produksi Irvins tiap hari. Kenapa ya?

Menu serba telur asin masih terus digemari di Singapura, tak terkecuali camilan kulit ikan, keripik kentang dan keripik singkong berbalur saus telur asin. Adalah Irvins, produsen salted egg chips (keripik telur asin) ternama di Singapura.

Diprakarsai 3 bersaudara asal Indonesia, Irvins sukses jadi oleh-oleh camilan ikonik khas negeri Singa. Kini Irvins sudah punya 8 cabang di Singapura dan 3 cabang Manila, Filipina.

Sering 'Sold Out,' <i>Irvins Salted Egg</i> Dibuat dalam Jumlah Terbatas Tiap HariIrvins, Keripik Telur Asin yang Ikonik dari Singapura (Foto: Instagram @irvinssaltedegg)

Baca Juga: 3 Bersaudara Asal Indonesia Sukses Jual Keripik Telur Asin di Singapura

Berbincang dengan Ircahn dan Ivan Gunawan selaku pemilik Irvins (12/1), keduanya mengaku tidak sengaja membatasi produksi Irvins tiap hari. "Boleh dibilang sangat bersyukur selama ini dari awal berdiri 2015, tiap hari penjualan Irvins sangat cepat. Kita selalu cari tahu dari sisi produksi, kita utamakan kualitas produk kita. Handcrafted," tutur Ircahn.

Ivan menimpali, "Cara masak kita masih banyak menggunakan tangan dibanding kompetitor yang pakai mesin dan sebagainya. Kita stick what we do, handmade. Akibatnya volumenya lebih rendah tapi kualitasnya terjaga. Quality lebih penting dari quantity."

Ditambahkan Ivan, pada akhirnya stok habis atau 'sold out' ternyata jadi efek pemasaran tersendiri yang memancing rasa penasaran konsumen. "Sold out terus itu sebenarnya nggak sengaja. In the end ada marketing effect dimana orang jadi pada nyari. Ini semua tanpa sengaja," tutur pria berkaca mata ini.

Sering 'Sold Out,' <i>Irvins Salted Egg</i> Dibuat dalam Jumlah Terbatas Tiap HariBooth Irvins di Marina Bay Sands, Singapura (Foto: Instagram @irvinssaltedegg)

Meski sudah laris manis di pasaran, Ircahn dan Ivan selalu mencari cara untuk mengembangkan produknya. Dua bersaudara ini fokus menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung saat mampir ke gerai Irvins. "Banyak usaha untuk branding. Kalian bisa datang ke booth untuk build experience. Ngga mudah didapat. Experience datang ke booth ini jadi yang membedakan Irvins dengan produk lain," jelas Ivan.

Desain menarik juga selalu coba dihadirkan Irvins. "Kita itu terobsesi sama desain. Kita sangat menikmati membuat desain Irvins agar lebih catchy. Mikirin perubahan kemasan dari toples ke resealable pouches itu juga panjang. Sampai kita buat prototype, kira-kira kalau kemasannya seperti ini, pelanggan nyaman nggak masukkin tangannya. Nempel nggak bumbunya dan sebagainya," jelas Ircahn.

Selain itu, masukan dari pelanggan juga dianggap penting. Baik Ircahn dan Ivan mengaku selalu coba menanggapi masukan atau keluhan pelanggan dengan cepat.

Sering 'Sold Out,' <i>Irvins Salted Egg</i> Dibuat dalam Jumlah Terbatas Tiap HariIrcahn dan Ivan, Dua Bersaudara Pemilik Irvins (Foto: detikFood)

Mengenai tips sukses berbisnis di negeri orang, Ircahn dan Ivan yang masih berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) menekankan pentingnya visi.

"Lihat jangka panjang, jangan lihat jangka pendek. 'Langsung produksi sebanyak mungkin, jual sebanyak mungkin, make money as much as possible,' jangan lakukan itu. Kalau kamu suka sesuatu jadikan itu passion dan selalu fokus. Buat orang happy, buat orang puas. Pastikan kualitasnya bagus. And have fun," pungkas Ivan.

Baca Juga: Kriuk! Renyah Gurih Kulit Ikan Goreng Berbalut Bumbu Telur Asin

"Singapura adalah destinasi di mana kamu dapat mewujudkan impian. Kini saatnya untuk tak sekadar bersantap, dan jadilah Pecinta Makanan."

[Gambas:Video 20detik]

(adr/odi)