Krenyes Renyah Gorengan

French Fries, Gorengan Kentang yang Populer di Seluruh Dunia

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 21 Feb 2018 19:00 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - French fries atau kentang goreng populer di banyak negara. Siapapun tidak bisa menolak kelezatan kentang stik yang digoreng garing lalu dibumbui sedikit garam. Nyamm!

Gorengan tidak hanya ditemui di Indonesia sebagai jajanan pinggir jalan. Di Barat, ada juga gorengan yang umum dijadikan camilan. Salah satu yang terpopuler adalah kentang goreng atau French fries.

Menilik sejarahnya, French fries rupanya masih jadi perdebatan. Masyarakat Prancis, Spanyol dan Belgia masing-masing meyakini kentang goreng berasal dari negaranya.

Baca Juga: Ini 8 Tips Bikin 'French Fries' Panggang yang Renyah Gurih

Di Prancis, kentang goreng kabarnya dijual pertama kali tahun 1789 oleh penjaja makanan kaki lima di jembatan Pont Neuf. Sementara Spanyol mengklaim sebagai negara pertama yang membawa kentang dari Amerika.

Ada dua versi French fries populer yaitu yang berasal dari Inggris dan Amerika. Di Inggris, orang menyebutnya "chips," sementara di Amerika disebut "fries." Bentuk chips lebih tebal dan teksturnya sedikit lebih lembap.

Sementara fries lebih tipis dengan tekstur yang garing renyah. Dari sisi nutrisi, chips dinilai mengandung lemak lebih sedikit dibanding fries.

Untuk memakannya, kentang goreng tak hanya enak dicocol saus dan mayonnaise. Banyak negara punya cara tersendiri menikmati French fries. Kanada, misalnya, punya poutine yang menggabungkan kentang goreng, keju dan saus gravy.

Baca Juga: Yuk Bikin French Fries yang Lebih Sehat!

Di Amerika, ada Chilli Cheese Fries yang populer. Kentang goreng dicelup naschos keju dan diberi cabai cukup pedas.

French Fries, Gorengan Kentang yang Populer di Seluruh DuniaFoto: Istimewa
Meski rasanya gurih enak, konsusmi French fries sebaiknya tak terlalu banyak. Pasalnya dibanding makanan lain, kentang goreng termasuk tinggi akrilamida. Berupa senyawa kimia yang terbentuk pada saat makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi.

Pemerintah Amerika Serikat bahkan menganggap akrilamida sebagai karsinogen. Senyawa ini berbahaya karena bisa sebabkan tumor para kelenjar adrenal, tiroid, dan paru-paru bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. (dwa/odi)