Bantu Orang Tak Mampu, Chef Massimo Bottura Bikin Dapur Umum Berkonsep Restoran

Devi Setya - detikFood Kamis, 18 Jan 2018 10:30 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Chef Massimo Bottura konsisten melakukan inisiatif mulia untuk bantu sesama. Tahun depan ia akan buka dapur umum dalam konsep restoran untuk orang tak mampu.

Massimo Bottura adalah chef restoran berbintang Michelin, Osteria Francescana. Karirnya bukan hanya sebagai chef handal, ia juga dikenal melalui inisiatif mulianya.

Bottura menaruh perhatian besar pada masalah limbah makanan. Tahun 2016, ia mendirikan Reffetorio Gastromotiva di Rua da Lapa, Brazil dalam rangka Olimpiade Rio de Janeiro.

Bantu Orang Tak Mampu, Chef Massimo Bottura Bikin Dapur Umum Berkonsep RestoranFoto: Istimewa

Baca Juga : Atasi Limbah Makanan, Massimo Bottura Buka Dapur Umum di Olimpiade Rio de Janeiro

Bentuknya berupa kafetaria yang menyajikan makanan gratis untuk penduduk kota kurang mampu di sana. Semua menu dikreasikan Bottura dan tim dari makanan sisa Olympic Village.

Dilaporkan Reuters (22/12), kini chef asal Modena, Italia ini berencana membuka dapur umum dalam konsep restoran bagi orang tak mampu. Paris dan Naples dipilihnya sebagai langkah awal.

Semua makanan nantinya gratis. Diolah hanya dari sisa-sisa bahan makanan di supermarket dan disajikan khusus bagi orang tak mampu.

Uniknya, Bottura dan beberapa chef ternama akan terjun langsung menyiapkan menu dapur umum. "Saya tak pernah berpikir bahan makanan ini adalah sisa. Saya selalu berpikir remahan roti, tomat matang, pisang yang sudah kecokelatan, semuanya adalah peluang untuk kita," lanjut chef berkaca mata ini.

Bottura melanjutkan, "Hal ini untuk menunjukkan apa yang bisa kita lakukan dengan kreativitas kita." Inisiatif mulia Bottura sebenarnya sudah dimulai tahun 2015 saat ia memanfaatkan makanan sisa dari restoran di International Expo, Milan.

Dengan dukungan badan gereja Caritas Ambrosiana, inisiatif ini akhirnya menjadi proyek permanen.
Bantu Orang Tak Mampu, Chef Massimo Bottura Bikin Dapur Umum Berkonsep RestoranFoto: Istimewa
Menyoal dapur umum buatannya, Bottura menjamin konsepnya tak seperti dapur umum tradisional. Pengunjung tak perlu antre karena akan dilayani di meja. "Saya menyebutnya restoran, bukan dapur umum," jelas Bottura.

Baca Juga : Ketika Massimo Bottura Menyelamatkan 360.000 Keju Parmigiano Reggiano

Tiap hari dapur umum melayani 96 tamu saja. Namun Bottura dan Caritas yakin hal ini membantu menumbuhkan kepercayaan diri dan membuat mereka mampu mengambil kontrol atas kehidupan mereka kembali.

"Kuantitas tidak mengartikan kesuksesan," ujar Caritas. Menurutnya cara seseorang menawarkan bantuan adalah kuncinya dan jauh lebih penting saat bantuan itu bisa menggerakkan orang yang dibantu.

(dvs/odi)