Bermodalkan Makanan Kedaluwarsa, Aktivis Ini Arungi Samudera Atlantik

Nailatul Fadhillah - detikFood Selasa, 28 Nov 2017 17:45 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Serukan masalah limbah makanan, aktivis ini punya cara unik. Ia rela menyeberangi samudera Atlantik, dari Paris ke New York, hanya dengan membawa bekal makanan kedaluwarsa.

Penanganan makanan yang tidak tepat membuat banyak orang akhirnya membuang makanan yang sudah lewati tanggal kedaluwarsa. Tak heran limbah makanan jadi masalah besar di seluruh dunia. Terbukti tiap tahunnya banyak makanan bergizi harus berujung di tempat sampah.

Baru-baru ini seorang pria berusia 29 tahun melakukan kampanye unik untuk meningkatkan kesadaran banyak orang akan tingginya jumlah limbah makanan. Ia memilih melakukan perjalanan ekstrem dengan jarak sangat jauh menggunakan sepeda dan kapal pesiar.

Bermodalkan Makanan Kedaluwarsa, Aktivis Ini Arungi Samudera Atlantik Foto: Istimewa

Baca juga: Dengan Alat Ini Limbah Makanan Langsung Diolah Jadi Kompos

Dilansir dari The Daily Meal (25/11), aktivis dari Perancis tersebut berhasil melakukan perjalanan dari Paris menuju New York menggunakan sepeda dan perahu. Mengenai bekal makanannya, ia hanya membawa makanan kedaluwarsa.

Pria bernama Baptiste Dubanchet nekat mengayuh sepeda dan mendayung perahu melewati Samudera Atlantik dengan modal energi dan kalori yang hanya berasal dari makanan kadaluarsa.

Dimulai pada bulan Januari 2017, ia meninggalkan Paris dengan mengayuh sepedanya melalui Prancis, Spanyol, dan Maroko. Menurut perkiraan, ia bisa menempuh perjalanan antara 40-75 mil (setara 63-121km) setiap harinya.

Bermodalkan Makanan Kedaluwarsa, Aktivis Ini Arungi Samudera Atlantik Foto: Istimewa

Ketika sampai di Maroko, Dubanchet beralih dari sebuah sepeda ke sebuah kapal pesiar, dan dia berangkat menyeberangi Samudra Atlantik, membawa makanan kadaluarsa dengannya. Tak hanya makanan yang baru beberapa hari melewati tanggal, diantaranya juga ada madu berusia 50 tahun, kacang lentil berumur satu tahun, dan nasi dari tahun 2011.

Dubanchet menghabiskan 91 hari sendirian di atas kapal. Ia mengakui perjalan yang dilakukannya ini memang berisiko, namun yang mengejutkan hal ini bukanlah karena makanan.

"Seekor ikan paus raksasa langsung naik ke kapal. Dia dua kali lebih besar dari pada perahu sehingga dia bisa membaliknya atau mematahkannya dengan ekornya. Itu sangat menyeramkan." jelasnya.

Masalah lainnya adalah saat mesin kapal yang ia tumpangi mogok. Seperti saat detektor radarnya pecah dan dia tidak tahu apakah ada kapal lain yang datang, sehingga ia hanya bisa tidur selama 20 menit setiap kali karena harus bangun untuk menghindari tabrakan.

Bermodalkan Makanan Kedaluwarsa, Aktivis Ini Arungi Samudera Atlantik Foto: Istimewa

"Saya akan takut pada saat-saat seperti ini karena sangat berbahaya, saya akan bertanya pada diri sendiri lebih dari sebelumnya jika saya masih hidup keesokan harinya," katanya.

Begitu tiba di Miami, Dubanchet kembali mengayuh sepedanya menuju New York.

"Proyek ini merupakan jalan untuk mengampanyekan cara-cara untuk mengakhiri limbah makanan dengan baik. Makanan segar harus dibekukan bukan dibuang. Dan produk kering seharusnya tidak lagi dibuang jika kita menghapuskan tanggal kedaluwarsanya, orang-orang akan menyimpannya sampai mereka dimakan," ucapnya.

Baca juga: Siapa Sangka, Ternyata Bir Hingga Camilan Ini Dibuat dari Limbah Makanan!

Dubanchet berharap dari perjalanannya yang ekstrem dan melelahkan ini, dapat membantu menjelaskan fakta bahwa setiap tahun orang menghabiskan lebih dari satu miliar ton makanan. Menyadarkan mereka bahwa limbah makanan merupakan penyumbang terbesar ditempat pembuangan sampah.

(adr/adr)