Chef Gino Campagna: Anak Indonesia Penuh Antusias Belajar Masak dan Doyan Sekali Makan

Maya Safira - detikFood Selasa, 29 Nov 2016 11:06 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Gino Campagna sudah 15 tahun berkecimpung dalam dunia anak. Tidak sekedar mengajar masak, ia bertujuan meningkatkan food IQ anak-anak.

Chef Gino berasal dari Parma, Italia. Sepanjang hidupnya, ia selalu bekerja dekat dengan anak-anak. Sebelum menjadi chef, ia menjalani profesi sebagai seorang guru di sekolah lokal. Pada saat bersamaan, Gino bekerja di kafe setempat.

Ia kemudian pindah ke Amerika Serikat. Selama 25 tahun terakhir, chef Gino menetap di Los Angeles. Disinilah ia menyadari kekosongan yang terjadi pada anak-anak di Amerika.

Chef Gino Campagna: Anak Indonesia Penuh Antusias Belajar Masak dan Doyan Sekali MakanFoto: Gino Campagna


Menurutnya, hubungan anak-anak Amerika dan makanan sangat berbeda dengan di Italia. Saat itu mereka kebanyakan makan makanan tidak sehat dan orang tua tidak berusaha memberi anak pilihan makanan yang lebih sehat.

"Sejak 15 tahun terakhir, saya berusaha meningkatkan food IQ keluarga Amerika. Ketika saya ke Amerika, saya menyadari food IQ (pemahaman resep dan bahan-bahan) anak di sana sangatlah rendah. Mereka tidak begitu banyak tahu tentang makanan dan proses masak. Jadi saya putuskan itu menjadi misi saya, mengambil pengalaman saya sebagai guru. Memadukannya jadi memasak dan mengajar tentang makanan dan bahan segar," jelas chef Gino kepada Detikfood (26/11).

Ia juga mendirikan Piccolo Chef Foundation untuk menanamkan kebiasaan makan sehat pada anak. Chef Gino pun menjadi instruktur gerakan Chef Moves to School. Ia pergi ke sekolah-sekolah di Amerika, mencoba meningkatkan pemahaman akan makanan bagi anak-anak di sana.

Chef Gino Campagna: Anak Indonesia Penuh Antusias Belajar Masak dan Doyan Sekali MakanFoto: Gino Campagna


Chef Gino mengajarkan masak ke anak berbagai usia, mulai dari umur 3 tahun. Hidangan yang diajarkannya pun beragam. Tapi ia merasa makanan Italia paling cocok untuk anak-anak.

"Saya punya spesialisasi makanan Mediterania, terutama hidangan Italia. Tapi tidak hanya karena saya orang Italia, saya juga berpikir kesederhanaan makanan Italia cocok untuk anak-anak. Makanan lain seperti Prancis, lebih banyak bergantung pada teknik dan saus, misalnya. Sedangkan makanan Italia sangat sederhana. Ketika sekali Anda belajar buat pasta, Anda bisa membuatnya sepanjang hidup dan tidak pernah membuat pasta yang sama dua kali," ungkap chef yang menulis blog untuk Huffington Post ini.

Tidak cuma mengajarkan langsung anak-anak, chef Gino juga sedang menyiapkan buku masak pertamanya. Buku resep untuk anak-anak yang berjudul 'Taste Test Challenge' akan terbit di Amerika tahun depan.

Mengenai kedatangannya ke Indonesia, chef Gino mengaku sangat senang. "Saya sangat senang ketika diundang Instituto Italiano di Cultura ke Jakarta untuk berpartisipasi dalam 'First Week of Italian Cuisine Around the World'. Saya bersemangat dan sedikit penasaran. Karena pernah sekali ke Indonesia untuk liburan," kata chef yang sempat berpartisipasi dalam reality show, Born This Way, mengenai remaja dengan down syndrome.

Chef Gino Campagna: Anak Indonesia Penuh Antusias Belajar Masak dan Doyan Sekali MakanFoto: detikfood


Selama seminggu di Jakarta, ia melakukan berbagai kegiatan dalam meningkatkan food IQ anak. Seperti kelas memasak, konferensi hingga tampil di televisi. Tak ketinggalan kids cooking class bersama detikfood yang sudah berlangsung Sabtu lalu.

Baginya, mengadakan kelas masak untuk anak-anak merupakan hal yang paling membuatnya senang. Ia pun menyampaikan kesan mengenai anak-anak Indonesia, khususnya yang mengikuti kids cooking class.

"Saya selalu bekerja bersama anak-anak. Tapi saya tidak pernah melihat sekelompok anak yang lebih antusias, lebih bahagia dan percaya atau tidak, lebih lapar daripada anak-anak Indonesia. Biasanya ketika saya mengadakan kelas di Amerika, anak-anak makan juga tapi sangat sedikit. Di sini mereka tidak bisa berhenti makan apa yang mereka buat. Ini membuat saya sangat senang. Mengingatkan saya akan anak-anak Italia yang cukup mirip (perilakunya). Saya rasa karena kalian suka tertawa dan suka makanan. Seperti saya suka makan. Itu merupakan kejutan dan kesenangan bagi saya," tutur chef yang ramah dan ceria (msa/odi)