Minuman hangat khas Indonesia diracik dari banyak rempah. Selain membuat nikmat, penambahan rempah juga membuat minuman ini kaya khasiat.
Jahe yang ditambahkan pada bajigur dan saraba, misalnya, memberi sensasi hangat sekaligus mengembalikan stamina tubuh. Begitu juga dengan daun cengkeh yang ditambahkan pada wedang uwuh atau kayu secang pada wedang secang.
6. Wedang uwuh
Uwuh dalam bahasa Jawa berarti sampah. Dinamakan seperti itu karena tampilan wedang uwuh mirip sampah yang didalamnya terdiri dari campuran berbagai macam rempah kering. Ada daun kering, batang kayu, dan serutan kayu. Rempah-rempah yang terdapat didalamnya antara lain daun cengkeh, daun kayu manis, jahe yang dikeprak, dan kayu secang. Rempah-rempah tersebut kemudian diseduh air panas dalam gelas atau direbus sebentar, sehingga disebut wedang. Minuman khas Imogiri, Bantul ini tentu dapat menghangatkan tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teh talua diracik dari kuning telur ayam atau bebek yang dikocok bersama gula. Lalu teh panas dan susu kental manis ditambahkan ke dalamnya. Rasa amis dari kuning telur diminimalisir dari penambahan bubuk vanili. Minuman yang dulu dinikmati bangsawan Sumatera Barat ini terbilang sukses jika tampilannya tersusun dari 3 tingkat. Tingkat pertama yaitu warna putih dari susu kental manis, warna cokelat muda dari teh, dan buih kecokelatan dari telur yang dikocok. Teh talua juga disajikan dengan jeruk nipis untuk menambah kesegaran. Minuman ini dipercaya dapat menambah stamina dan menyembuhkan ragam penyakit ringan.
8. Kembang tahu
Jajanan khas Betawi ini konon diadaptasi dari kuliner China. Kembang tahu dibuat dari endapan kedelai yang direbus lalu disiram dengan air jahe yang ditambahkan gula aren serta daun pandan. Air jahe dalam kembang tahu berkhasiat menghangatkan perut dan menghilangkan masuk angin. Rasa kuah jahenya pedas hangat sementara kembang tahunya manis dan lembut. Slurrpp!
9. Wedang secang
Secang merupakan bahan utama pembuatan minuman ini. Berupa serutan kayu berwarna merah kecokelatan. Wedang secang asal Yogyakarta dibuat dari serutan halus kayu secang yang direbus bersama rempah lain seperti cengkeh dan kayu manis. Minuman ini dipercaya dapat meredakan batuk, gangguan pencernaan, dan bersifat anti-bakteri.
10. Saraba
Makassar juga punya minuman hangat bernama saraba. Minuman ini mirip STMJ, dibuat dari campuran jahe, kuning telur, gula aren, santan, dan merica bubuk. Masyarakat Makassar biasa minum saraba untuk sekadar menghangatkan badan, menyembuhkan masuk angin, atau mengusir flu.
(msa/odi)