Limbah Daging Terbukti Berdampak Lebih Buruk bagi Lingkungan Dibanding Limbah Sayuran

Limbah Daging Terbukti Berdampak Lebih Buruk bagi Lingkungan Dibanding Limbah Sayuran

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Selasa, 25 Agu 2015 09:39 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Limbah makanan kini jadi masalah serius di Amerika Serikat. Selain 'membuang' uang, membuang limbah makanan juga berdampak negatif bagi lingkungan. Terlebih bila jenis limbah yang dibuang adalah daging.

Seperti dikutip dari Science Daily (19/08/15), para peneliti di Universitas Missouri menemukan bahwa membuang daging berdampak lebih buruk bagi lingkungan dibanding membuang buah atau sayur. Ini karena produksi daging juga menghabiskan energi lebih banyak.

Energi yang terbuang biasanya dalam bentuk sumber daya yang merugikan lingkungan seperti bahan bakar diesel atau pupuk kimia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œBanyak dari kita mulai peduli tentang isu limbah makanan. Namun kita juga perlu mempertimbangkan sumber daya yang terbuang ketika kita membuang makanan begitu saja,” ujar Christine Costello, salah seorang peneliti.

Ia menjelaskan, alat-alat pertanian yang digunakan untuk memberi makan dan memelihara ternak serta merawat tanaman menggunakan banyak bahan bakar diesel dan bahan bakar fosil. Ini berarti ketika seseorang membuang daging, maka ia juga membuang seluruh sumber daya yang dihabiskan untuk memproduksi daging tersebut.

β€œPenelitian kami juga menyarankan agar masyarakat dan lembaga-lembaga terkait tak hanya sekadar memikirkan jumlah limbah yang terbuang tetapi juga memikirkan jenisnya,” tutur Costello.

Selama penelitian, ia dan tim mengumpulkan limbah makanan dari beberapa restoran selama 3 bulan. Mereka mengkategorikan limbah dalam 3 jenis yaitu daging, sayur, dan pati. Kategori juga dibuat untuk bahan makanan yang dapa dimakan (edible) dan tidak dapat dimakan (inedible) seperti kulit atau ujung bagian buah dan sayur.

Setelah itu, Costello dan tim mulai menganalisa emisi gas rumah kaca yang disebabkan dari penggunaan pupuk, transportasi/kendaraan, dan penggunaan alat-alat pertanian lainnya. Perkiraan emisi gas diukur dari tahap persiapan tanaman atau binatang hingga tahap terakhir sebelum keduanya diproses lebih lanjut.

β€œKami menganjurkan agar konsumen sebisa mungkin menghindari pembuangan daging,” ujar seorang penulis penelitian, Ronald G. McGarvey.

Costello dan McGarvey sepakat bahwa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek dari sumber daya yang digunakan saat menghitung jumlah pembuangan limbah di restoran all you can eat dan restoran a la carte.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads