Prancis menjadi negara Eropa yang serius menghadapi limbah makanan. Terbukti dengan dikeluarkannya aturan pemanfaatan limbah supermarket. Kemudian juga disusul oleh usaha memanfaatkan sayuran cacat yang dijual seperti sayuran biasa.
Arash Derambarsh, anggota dewan kota Prancis mendesak pemerintah Prancis untuk menyampaikan undang-undang yang mambatasi toko-toko membuang makanan, ke parlemen Eropa. Diharapkan parlemen Eropa melakukan amandemen pada aturan sirkulasi ekonomi sehingga akan diikuti oleh semua negara Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir The Guardian (07/07), dukungan tersebut dari anggota parlemen Prancis Nicole Fontaine, mantan presiden parlemen Eropa, dan AngΓ©lique Delahaye, partai RΓ©publicains, yang memperkenalkan perubahan.
Perubahan tersebut telah disetujui sebagai bagian dari hukum yang lebih luas, yang mencakup kegiatan ekonomi dan kesetaraan di Prancis. β¨β¨Ia berharap Uni Eropa akan mengikuti undang-undang terkait pembuangan makanan yang dilakukan oleh supermarket.
Jika kampanye ini disahkan oleh Parlemen Eropa, Mr Junker, presiden Eropa harus menandatangani segera sehingga dapat diterapkan. Mengingat undang-undang ini merupakan undang-undang paling penting di tahun ini.
Derambarsh berharap masalah ini dibantu melalui Palang Merah Prancis dan organisasi non-profit ACF atau Action Contre La Faim. Pada saat PBB akan membahas tujuan pembangunan milenium untuk mengakhiri kemiskinan bulan September. Juga pada KTT ekonomi G20 di Turki pada bulan November dan konferensi lingkungan COP21 di Paris pada bulan Desember.β¨β¨
Diperkirakan sekitar 7.1 metrik ton limbah makanan di Prancis setiap tahun, 67% nya berasal dari konsumen, 15% dari restoran dan 11% dari toko-toko. Angka untuk limbah makanan di Uni Eropa adalah 89m ton, sementara diperkirakan 1,3 milyar ton terbuang di seluruh dunia.
β¨
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN