​Trend Hybrid Pastry

Hybrid Pastry Ternyata Sudah Dilakukan Ahli Pastry Sejak Tahun 1950-an

- detikFood Selasa, 09 Des 2014 18:41 WIB
Foto: gettyimages // bettycrocker
Jakarta -

Sejak tahun lalu beragam bentuk hybrid pastry hadir di Amerika. Pemicu utamanya adalah kepopuleran kreasi Cronut buatan pastry chef Dominique Ansel. Sebenarnya jauh sebelum lahirnya Cronut, kue hibrida telah dibuat dari puluhan tahun silam.

Kreatifitas merupakan hal utama yang diperlukan pembuat pastry. Agar konsumen tak bosan, beragam padu padan makanan dilakukan supaya kreasinya makin menarik. Inilah yang terjadi pada kue hibrida yang banyak dibuat orang Amerika. Mereka memadukan dua atau lebih kue untuk membentuk suatu makanan baru yang unik.

Meski cronut jadi pembuka jalan untuk tren hybrid pastry dua tahun belakangan, namun pada tahun 1957 sempat hadir kreasi kue hibrida bernama cupcake cone (cupcone) dalam iklan produk Betty Crocker. Makanan ini dibuat dengan memadukan mini cake dan cone untuk es krim. Mini cake dipanggang dalam cone beralas datar kemudian diberi frosting agar tampak mirip es krim.

Sekitar 40 tahun kemudian, City Bakery mulai menjual croissant yang dipadukan dengan pretzel pada tahun 1997. Pastry bercitarasa asin tersebut lahir ketika pembuat pretzel Sandra Nieve mencelupkan croissant dalam larutan lye yang memberi kilap pada pretzel. Ia pun memanggang croissant itu lalu menaburkan garam dan biji wijen diatasnya. Pretzel Croissant hingga kini masih banyak disukai orang.

Mulai masuk abad 21, semakin banyak kreasi kue hibrida yang dibuat. Tahun 2004 Lady M Cake Boutique di New York membuat Mille Crepes (crepe cake) dari tumpukan crepe. Sekitar 20 crepe disusun dengan lapisan pastry cream dan bagian paling atasnya terdapat topping brulee.

Cake pop yang terkenal juga menjadi produk kue hibrida. Awalnya cake pop lahir tahun 2008 ketika blogger Angie Dudley membuat bulatan dari red velvet cake yang ditusuk pada stik. Kreasi tersebut sangat terkenal sampai diikuti oleh banyak bakery besar termasuk toko Godiva.

Setahun sebelum kelahiran cronut, sebuah toko di Chinatown New York membuat kreasi kue hibrida bernama Dinkies. Kue ini dibuat dari pancake berbentuk bulat yang memiliki beragam isian mulai dari manis hingga gurih. Dinkies dapat diberi taburan saus yang bervariasi seperti malt ball dan cookie dough.

Baru pada tahun 2013 lahir kue hibrida fenomenal yang terdiri dari beberapa lapisan adonan croissant tipis dalam bentuk donat. Saat pertama kali diluncurkan, Cronut habis terjual hanya dalam waktu 35 menit. Cronut pun menjadi buah bibir di internet dan banyak diikuti berbagai bakery di seluruh dunia.

Setelahnya Dominique melakukan berbagai kreasi kue hibrida lainnya seperti Magic Souffle dan Chocolate Chip Cookie Milk Shots. Banyak orang mengikuti tren hybrid pastry dengan membuat beragam produk kue unik. Mulai dari Doughscuit, The Wonut, Donnoli hingga Bruffin yang hadir baru-baru ini.

Sayangnya tak semua produk kue hibrida dapat bertahan lama. Sebagian hanya muncul sesaat lalu menghilang.

(msa/odi)