Wadah Styrofoam Akan Dilarang di New York City?

- detikFood Jumat, 08 Feb 2013 12:29 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Styrofoam populer sebagai wadah makanan atau minuman karena praktis, ringan, murah, serta tahan air dan panas. Di sisi lain, styrofoam tak dapat terurai dalam tanah dan hanya akan menambah volume sampah. Di New York City, Amerika Serikat, sedang dipertimbangkan untuk dilarang.

Pemerintahan walikota NYC, Michael Bloomberg, mulai mempertimbangkan larangan pemakaian wadah styrofoam. Mereka sedang bersiap mengumumkan rencana daur ulang besar di minggu-minggu mendatang.

"Kami sedang memelajari aliran limbah. Kami ingin memastikan semua yang ada dalam aliran limbah kami dapat didaur ulang," ujar Ron Gonen, deputi komisioner daur ulang di departemen kesehatan NYC, kepada New York Post (07/02/13).

Tahun lalu, Bloomberg membuat target mendaur ulang 30% sampah rumah tangga di kota tersebut pada 2017. Angka ini dua kali lipat dari peraturan sekarang. Ia menilai larangan styrofoam akan membantu memenuhi target tersebut.

Menurut Gonen, wadah populer ini nyaris tak mungkin didaur ulang. "Mesin (daur ulang) tak dirancang untuk mengolah styrofoam. Jika sesuatu tak bisa didaur ulang, kami ingin menemukan alternatif untuk kemasan atau produk tersebut," ujarnya.

Environmental Protection Agency menyebutkan bahwa orang Amerika membuang 25 miliar cangkir styrofoam setahun. Masing-masing membutuhkan waktu 500 tahun lebih agar bisa terurai.

Pihak pendukung menyatakan bahwa larangan ini secara substansial dapat menekan penggunaan tempat pembuangan akhir sampah. Isi tempat sampahpun akan jauh berkurang tanpa wadah styrofoam.

Namun, pihak penentang, kebanyakan berasal dari pemilik restoran dan gerobak makanan, mengecam langkah ini dan mengatakannya sebagai gangguan yang tak perlu. Kepada Portland Press Herald (20/06/12), mereka mengatakan bahwa larangan ini akan memperlambat kerja restoran saat jam sibuk seperti makan siang, memperpanjang antrian, dan menambah biaya.

Salah satu alternatif wadah styrofoam adalah paper cup. Kertas daur ulang dilapisi plastik atau lilin agar cairan tak tembus. Meski sedikit lebih ramah lingkungan, paper cup berharga dua kali lipat styrofoam. Hal ini dianggap dapat merugikan pemilik usaha makanan.

Penggunaan styrofoam sudah lama ditentang oleh aktivis lingkungan. Beberapa kota di Amerika Serikat seperti Brookline, Massachusetts, dan Seattle sudah mendorong restoran untuk menghentikan penggunaan styrofoam.

Sebelumnya Bloomberg telah melahirkan beberapa peraturan baru terkait kesehatan. Di antaranya larangan minuman manis berukuran besar, mendorong restoran untuk menampilkan jumlah kalori makanan, serta mengeluarkan larangan merokok di seluruh kota.



(fit/odi)