Indonesian Tea Class

Mengenal Perbedaan Teh Hitam yang Diproses dengan Sistem Orthodox dan CTC

Sonia Permata - detikFood Sabtu, 28 Okt 2017 14:04 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Indonesia memiliki jenis teh yang beragam, dengan citarasa yang unik. Bersama pakar teh Ratna Soemantri, peserta diajak mengenal tentang teh hitam orthodox dan CTC.

Untuk kelima kalinya, pada Sabtu (28/17) detikFood yang didukung oleh 2Tang menyelenggarakan kembali 'Indonesian Tea Class' di Almond Zucchini Cooking Studio Jakarta Selatan.

Kembali kelas ini dipenuhi oleh peminat serius teh Indonesia. Selain berasal dari Jakarta banyak yang hadir dari luar kota demi mengikuti mandapat ilmu tentang teh pagi ini.

Mengenal Perbedaan Teh Hitam yang Diproses dengan Sistem Orthodox dan CTC Foto: Detikfood


Ratna Somantri selaku pakar teh Indonesia membuka kelas dengan paparan sejarah, jenis-jenis teh, proses produksi hingga cara penyeduhan teh yang baik dan benar.

Indonesia menjadi salah satu negara penghasil teh ke-7 terbesar di dunia. Akan tetapi kebanyakan masyarakat masih belum mengenal teh Indonesia.

"Kebanyakan masyarakat Indonesia, belum terlalu mengenal jenis-jenis daun teh dari Indonesia. Meski tidak sepopuler teh dari negara Jepang, China, Korea, dan negara lainnya, Indonesia memiliki ragam teh dengan rasa yang tak kalah menarik dari negara lain," ungkap Ratna dalam sela-sela presentasinya.

Ratna juga menjelaskan tentang pengetahuan dasar teh. Teh merupakan daun yang dipetik dari tumbuhan Camellia Sinensis. Sedangkan untuk minuman yang berasal dari herba atau bunga seperti chamomile, rosella dan jati Belanda, tidak bisa jika disebut sebagai teh melainkan Tisane.

"Hampir mirip dengan jenis kopi. Jika kopi memiliki jenis arabika dan robusta, teh juga memiliki varian yang berbeda, yaitu Camellia Sinesis dan Assamica. Tentu keduanya memiliki karakteristik dan rasa yang berbeda," jelas Ratna.

Mengenal Perbedaan Teh Hitam yang Diproses dengan Sistem Orthodox dan CTC Foto: Detikfood


Camelia sinensis tumbuh di suhu yang dingin dan tidak tahan terhadap panas, memiliki ukuran daun yang lebih kecil-kecil, memiliki aroma wangi dan rasanya lebih manis. Sedangkan assamica memiliki karakter yang lebih besar daunnya, rasanya lebih strong (body). Sehingga lebih cocok dijadikan sebagai english breakfast dan teh Indonesia yang nagitel (panas, legi dan kentel). Jenis assamica ini cocok ditanam di daerah tropis sehingga lebih dari 90 persen Indonesia menanam assamica sehingga rasanya berbeda walaupun proses pengolahannya sama.

Ratna juga menjelaskan lebih rinci tentang perbedaan antara teh hitam. "Di China, teh hitam memiliki sejarah sendiri dan tidak akan habis dibahas dalam satu hari. Jadi saya akan menjelaskan tentang teh hitam di Indonesia, yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu orthodox dan CTC."

Teh hitam biasanya dibuat dengan dengan metode orthodox (masih berbentuk daun) dan CTC (crush, tear dan curl) Kemudian di oksidasi, drying, grading dan packing.

Mengenal Perbedaan Teh Hitam yang Diproses dengan Sistem Orthodox dan CTC Foto: Detikfood


Meski jenis pembuatan teh hitam orthodox sudah mulai jarang ditemukan, tapi hingga kini masih banyak penggemar teh hitam orthodox karena memiliki karakteristik rasa yang berbeda. Sementara Sistem CTC (Chrushing Tearing Curling) merupakan sistem pengolahan teh hitam yang relatif baru di Indonesia.

Pengolahan teh hitam CTC adalah metode pengolahan yang memerlukan tingkat layu sangat ringan dengan sifat penggulungan keras, sedangkan cara pengolahan orthodox memerlukan tingkat layu yang berat dengan sifat penggulungan yang lebih ringan.

Teh dihasilkan dari pucuk-pucuk tanaman teh yang dipetik dengan siklus 7 sampai 14 hari sekali. Hal ini bergantung dari keadaan tanaman masing-masing daerah, karena dapat mempengaruhi jumlah hasil yang diperoleh. Cara pemetikan daun selain mempengaruhi jumlah hasil teh, juga sangat menentukan mutu yang dihasilkan.

Menurut Ratna, ada tiga hal yang mempengaruhi faktor karakteristik dari teh yaitu jenis clone (bibit), dimana tanaman tumbuh dan juga proses pengolahan teh. Tempat teh ditanam serta iklim dapat mempengaruhi rasa.

Para peserta juga berkesempatan untuk mengamati, mencium serta mencicip aneka jenis teh. Beragam komentarpun terlontar saat peserta mencicip rasa dari teh yang sudah diseduh dari mulai green tea, black tea, white tea dan oolong tea. Temasuk teh hijau, teh hitam dan teh putih produk unggulan 2Tang.
(msa/odi)