Pengalaman bersantap 'Woomakase' bisa ditemui di Korean steakhouse Jakarta ini. Memadukan menu premium beef dan dry aging beef dengan bibimbap dan kimchi jjigae sebagai pelengkap.
Di Jakarta ada banyak steakhouse yang bisa menjadi tujuan para pencinta beefsteak untuk menikmati steak premium dan menggugah selera. Biasanya daging yang disajikan di steak house juga beragam, mulai dari potongan Ribeye, Sirloin, hingga Filet Mignon.
Sebagai pendamping, kebanyakan steakhouse memadukannya dengan mashed potato, kentang goreng atau fries, sayuran panggang, hingga cream spinach.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika bosan dengan model steakhouse klasik seperti itu, AB Steak di Senayan City Mall Jakarta bisa jadi alternatif menarik. AB Steak Jakarta by Chef Akira Back menghadirkan konsep modern Korean steakhouse premium pertama di Indonesia.
Didirikan oleh chef sekaligus restaurateur kelas dunia, chef Akira Back, AB Steak terinspirasi dari budaya makan bersama khas Korea atau dikenal dengan sebutan Korean BBQ. Budaya makan ini memungkinkan seseorang menikmati daging panggang serta berbagai hidangan lainnya sambil berkumpul bersama di satu meja.
Melalui kampanye 'Grill The Extraordinary' yang berlangsung sepanjang tahun, AB Steak mendefinisikan ulang pengalaman steakhouse tradisional dengan premium Korean-Inspired steak, live entertainment, kolaborasi yang dikurasi, serta pengalaman bersantap lebih interaktif dan sosial.
Salah satu konsepnya adalah Woomakase yang terdiri dari gabungan 'hanwoo' atau daging sapi Korea dan 'omakase' atau konsep bersantap Jepang di mana pelanggan menyerahkan pilihan menu kepada chef.
Pengalaman bersantap Woomakase ini menawarkan set menu signature yang menarik untuk dicoba. Ada set menu original dan premium di mana penyajian pilihan dagingnya berbeda.
Hidangan pizza wagyu sebagai pembuka yang sempurna. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
DetikFood berkesempatan menikmati Woomakase set biasa pada (18/6) lalu. Sebagai pembuka, kami disuguhi beberapa appetizer, salah satunya AB Wagyu Pizza. Menu ini memadukan antara adonan pizza dari kulit tortilla renyah dengan irisan daging wagyu tipis dan lezat di atasnya.
Ada tambahan truffle oil yang memberikan sentuhan aroma dan rasa kuat khas. Tersedia juga Tuna Tataki, berupa raw tuna dengan saus Mustard Ponzu yang memberi sentuhan asam segar.
Sebagai pendamping sekaligus penetral mulut, kami mencoba Yuja Salad yang memadukan mesclun (campuran berbagai jenis daun dan pucuk sayuran salad muda), tomat ceri, dan lumuran saus yuja yang sedikit asam, menyegarkan.
AB Steak juga punya menu bimbimbab yang nikmat, dengan tambahan telur di atasnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Sebelum masuk menu utama, dalam set menu ini kami menikmati beberapa hidangan khas Korea. Doenjang Jiggae salah satunya yang merupakan sup berbahan dasar doenjang atau kedelai fermentasi. Sup ini punya rasa kuah gurih ringan, dengan sentuhan sedikit asam dan pedas, lalu diisi dengan tahu lembut dan potongan daging.
Tak perlu khawatir soal kabrohidrat, set menu ini juga menyajikan Dolsot Bibimbap, berupa nasi campur Korea yang disajikan dalam mangkuk batu panas. Isiannya terdiri dari nasi, irisan daging, serta aneka sayuran, seperti wortel hingga zucchini. Tambahan kuning telur setengah matang di atasnya menambah tekstur creamy pada hidangan nasi ini.
Sambil menikmati berbagai side-dish Korea, kami juga disuguhkan bintang utamanya yaitu set daging pilihan chef atau 3 Chef's Choice of Meat.
Ini dia salah satu daging galbi yang ditawarkan dalam set menu ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Dalam satu piring tersedia Doejang Dry Aged berupa potongan daging flank yang di dry aged selama 30 hari. Tekstur daging ini sedikit lebih padat dan tebal. Harus langsung dimakan setelah dipanggang supaya bisa menikmati kualitas dan rasa maksimal.
Snow Flower Kkotsal juga kami coba. Daging ini diambil dari bagian short ribs tertentu. Teksturnya lebih empuk dan juicy, terutama bagian lemaknya yang langsung lumer di mulut.
Daging ketiga yang kami coba adalah Marinated Galbi yang dimarinasi dengan resep asli dari chef Akira Back. Proses marinasinya dilakukan semalaman atau 12 jam, menghasilkan rasa daging yang cenderung menis gurih meresap.
Semua daging siap dipanggang sesuai dengan tingkat kematangan yang diinginkan. Ketika daging matang, jangan lupa untuk dicocol ke berbagai pilihan garam, mulai dari yang original, truffle, sampai garam pedas.
Semua dagingnya punya rasa yang sudah nikmat tanpa tambahan bumbu apa pun lagi, tetapi kalau mau rasanya lebih kaya, bisa dicocol juga ke tiga pilihan saus. Salah satunya menawarkan cita rasa pedas pekat yang cocok dengan lidah orang Indonesia.
Cheesecake Hanwoo disajikan sebagai pencuci mulut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Setelah puas makan daging, pengunjung bisa menikmati dessert yang disiapkan khusus oleh Corporate Executive Pastry, Chef Sharon Augustine.
Chef Sharone menyajikan hidangan Hanwoo cheesecake unik yang dibentuk seperti sapi. Camembert cheesecake ini punya tekstur lembut creamy dengan rasa keju susu yang dominan.
Namun, ketika menyentuh bagian dalam cheesecake kamu bisa merasakan rasa pisang lembut yang datang dari banana miso compote. Perpaduan rasanya semakin komplet karena cheesecakenya disajikan bersama strawberry sorbet yang memberikan sentuhan rasa asam segar di mulut.
Selain dessert, kamu bisa menutupnya dengan santapan koktail dari AB Bar yang berada di area sudut resto. AB Bar menawarkan berbagai macam koktail, mulai dari Apple du Jour hingga Ginger Loak yang bisa dicoba.
Jika tertarik, kamu bisa mampir langsung menikmati Woomakase yang tersedia sepanjang hari di AB Steak mall Senayan City, Jakarta. Informasi lebih lanjut bisa hubungi direct message Instagram @absteakjakarta.





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN