Warung Arema 39 Tahun Jadi Pengobat Kangen Kuliner khas Malang

ADVERTISEMENT

Uenak Poll! Kuliner Jawa Timur

Warung Arema 39 Tahun Jadi Pengobat Kangen Kuliner khas Malang

Riska Fitria - detikFood
Sabtu, 26 Nov 2022 12:00 WIB
Warung Area Malang
Foto: detikcom/Riska Fitria
Jakarta -

Jika rindu dengan kuliner Malang, Jawa Timur bisa mampir ke warung makan ini. Menawarkan mendol tempe hingga cingur goreng yang kenyal dan gurih.

Kuliner Jawa Timur identik dengan rasa pedas dan gurih. Mungkin masing-masing daerah di Jawa Timur memiliki kuliner yang sama, tetapi biasanya ada yang berbeda pada cita rasanya.

Seperti kuliner Malang, Jawa Timur yang juga terkenal dengan rawon, nasi pecel, cingur dan lainnya. Tak perlu jauh-jauh ke Malang, di Jakarta juga ada warung yang menawarkan kuliner khas Malang.

Warung Arema di Senen, Jakarta Pusat ini bisa mengobati kerinduan dengan kuliner khas Malang. Lokasinya warungnya dekat dari Stasiun Senen, tepat di samping pintu kereta.

1. Dikelola Generasi Ke-2

Warung Area MalangIbu Arema, pemilik generasi ke-2 Warung Arema Malang. Foto: detikcom/Riska Fitria

Karenanya suasananya ramai dengan suara rambu kereta.Warungnya sederhana dan tidak terlalu luar. Hanya ada beberapa kursi dan meja tetapi suasananya cukup nyaman.

Kata Arema diambil dari singkatan 'Arek Malang' atau yang artinya anak Malang. Singkatan ini juga populer sebagai nama penggemar dari klub bola Arema FC.

Karenanya warung ini pun didominasi dengan warna biru, warna yang jadi identik Arema FC. Selain itu, juga terdapat maskot Arema FC yang tergambar di spanduk warung.

Warung Arema ini sangat legendaris, karena sudah beroperasi selama 39 tahun. Kini Warung Arema ini sudah dijalani oleh generasi ke-2. Adalah Ibu Arema, panggilan akrab untuk pemilik Warung Arema.

Baca Juga: Beda Nama Makanan di Jawa Timur dan Jabodetabek yang Bikin Bingung

2. Sempat Pindah Lokasi

Warung Area MalangWarung Area Malang sempat pindah lokasi dari di dalam Stasiun Senen menjadi di samping pintu kereta. Foto: detikcom/Riska Fitria

Kepada detikcom (24/11/22) Ibu Arema mengatakan bahwa berdirinya warung ini berawal dari orangtuanya. Sejak dulu, ibunya sudah berjualan tetapi saat ibu buka di dalam Stasiun Senen.

"Waktu itu ada peraturan yang mengharuskan kami pindah, katanya kalau jualan di dalam stasiun sana bolehnya pakai listrik. Lha kalau kayak kita gini gimana masak pakai listrik," tutur Ibu Arema.

Namun beruntung, ketika pindah lokasi tidak membuat dirinya kehilangan pelanggan. Para pelanggan justru mencari dan hingga ini masih menjadi pelanggan setia.



Simak Video "Pencinta Rawon Merapat! Ada Warung Khas Jawa Timur yang Legendaris"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT