Murah Meriah! Nasi Lawar Rp 2.000 Ini Jadi Incaran di Denpasar

ADVERTISEMENT

Murah Meriah! Nasi Lawar Rp 2.000 Ini Jadi Incaran di Denpasar

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikFood
Selasa, 01 Nov 2022 14:00 WIB
Tampilan menu nasi lawar yang ditawarkan I Gusti Ngurah Putra di Jalan S.Parman Denpasar, Bali pada Senin (31/10/2022)
Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri
Denpasar -

Mengunjungi Denpasar, kamu bisa cicip makanan murah meriah seharga Rp 2 ribuan saja. Menu berupa nasi lawar ini ditawarkan di motor oleh beberapa penjual di sepanjang Jalan S. Parman.

Uang Rp 2.000 pada zaman sekarang mungkin terdengar kecil sekali, namun siapa sangka kamu sudah bisa makan enak dengan sejumlah uang ini. Contohnya nasi lawar yang ditawarkan di Jalan S. Parman, Denpasar.

Di sini berjejer pedagang nasi lawar yang berjualan menggunakan sepeda motor dengan keranjang di atasnya. Salah satu pedagang itu, I Gusti Ngurah Putra (28).

Ngurah menjual nasi lawar dengan masing-masing pilihan menu per item Rp 2 ribuan. Pilihan menu di antaranya lawar merah, lawar putih, serapah, sayur balung, tum babi.

Baca Juga: Bule Ini Kegirangan Bisa Makan Murah di Bali Cuma Bayar Rp 45 Ribu

Salah satu pedagang nasi lawar di kawasan Jalan S.Parman Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Putra (28) ketika ditemui detikBali pada Senin (31/10/2022)Salah satu pedagang nasi lawar di kawasan Jalan S.Parman Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Putra (28) ketika ditemui detikBali pada Senin (31/10/2022) Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri

"Saya jualnya nasi putih, lawar merah, lawar putih, serapah, sayur balung, tum babi dan itu per itemnya dijual Rp 2 ribu. Kalau sate harganya seribu. Kebanyakan yang ke sini rata-rata beli untuk seporsinya itu Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu," kata Ngurah.

Lawar sendiri merupakan makanan khas Bali yang terdiri dari campuran sayur-sayuran dan daging cincang. Semuanya dibumbui secara merata.

Ia mengungkap setiap hari berjualan mulai pukul 09.00-14.00 WITA dan jam-jam paling ramai biasanya pada jam makan siang. Menurutnya, selama ini banyak dari pembelinya yang berprofesi sebagai pegawai kantoran dan juga beberapa orang yang datang sehabis berolahraga di kawasan Lapangan Niti Mandala Renon, Bali.

Ngurah menuturkan, sejak tahun 2013, ia sengaja menghadirkan harga makanan yang murah sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Namun, meski harganya murah, ia mengaku ingin sebisa mungkin untuk tetap menghadirkan rasa yang lezat.

Baca Juga: Netizen Kaget Lihat Bule Beli Ikan Tuna Bakar di Bali, Cuma Rp 30 Ribu!

Salah satu budaya dari Bali, yakni Megibung atau menikmati satu sajian makanan secara bersama-sama dalam satu wadah mungkin kini telah jarang ditemui. Inilah yang ingin ditampilkan kembali oleh salah satu Warung kopi di Sanur, yakni Bhineka Muda Sanur. Sejak beberapa bulan lalu, pihaknya menghadirkan paket megibung.Nasi lawar jadi salah satu kuliner khas Bali yang punya banyak penggemar. Foto: Poetri

"Pembeli di sini banyak yang bilang rasanya enak dan harganya juga murah. Katanya sangat membantu mereka yang keuangan sedang menipis," ucap pria asal Karangasem ini.

Disinggung terkait pendapatan per harinya, Ngurah mengaku dalam seharinya bisa mendapatkan sekitar Rp Rp 250 ribu. Sementara ketika tidak terlalu ramai pembeli, biasanya ia akan memperoleh pendapatan sekitar Rp 180 ribu.

detikBali juga berkesempatan berbincang dengan salah satu pembeli nasi lawar, yakni Suastini (61). Ia mengaku dalam seminggunya bisa lebih dari 1 kali berbelanja di nasi lawar milik Ngurah tersebut.

Seperti apa pendapatnya? Dan apa yang membuat nasi lawar Ngurah berbeda dari nasi lawar pedagang lain? Simak artikel selengkapnya DI SINI.

Baca Juga: Mau Kuliner Murah di Denpasar? Ada Nasi Lawar Mulai Rp 2 Ribuan



Simak Video "Sambal Bejek Belayu, Kuliner Legendaris dengan Bunga Kecombrang"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT